Minggu, 15 Jan 2012 17:27 WIB

Gara-gara Che Guevara, Mercedes-Benz Minta Maaf

- detikOto
Jakarta - Karena menggunakan figur pahlawan revolusioner Amerika Latin, Che Guevara, Mercedes-Benz pun minta maaf. Sebagai sebuah perusahaan kapitalis, Mercedes-Benz sadar memiliki batasan dengan figur komunis seperti Che Guevara ini.

Dalam sebuah persentasi di Consumer Electronics Show mengenai revolusi teknologi yang sedang dijalankan, Mercedes-Benz menggunakan figur Ernesto Guevara atau lebih dikenal dengan nama Che Guevara sebagai sosok yang mewakili revolusi tersebut.

Pada foto Che saat persentasi Mercy, revolusioner kelahiran Argentina yang dikenal sebagai pemimpin militer, dokter dan penulis ini digambarkan dengan pose terkenalnya. Tapi baret yang digunakan memiliki logo bintang Mercy di tengahnya. Padahal dia hampir pasti tidak pernah memakai satu pun topi dengan logo Mercedes-Benz.

Setelah persentasi tersebut, Mercedes-Benz sadar kalau hal tersebut akan mengundang banyak kengerian terutama dari para aktivis Kuba atau pun politikus konservatif dari berbagai negara serta para aktivis anti Komunis.

Jadi bisa dibilang baik dari sisi komunis maupun anti-komunis tindakan Mercedes-Benz ini sangat berpotensi menimbulkan kecaman. Apalagi tokoh komunis itu dijadikan bahan promosi untuk menjual mobil mewah sebuah perusahaan kapitalis seperti Mercedes-Benz.

"Tapi kalau itu kasus, viva la Revolucion," kata CEO Daimler Dieter Zetsche seperti detikOto kutip dari Daily Mail, Minggu (15/1/2012).

Ernesto Guevara sendiri lahir lahir di de la Serena di tahun 1928. Pada tahun 1954, ia bertemu Fidel Castro dan keduanya bergabung dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah Batista di Kuba. Setelah Castro memperoleh kekuasaan, ia menunjuk Guevara sebagai kepala La Cabana Fortress. Pada tahun 1966, Che mencoba untuk memicu sebuah revolusi Bolivia, namun ditangkap dan dibunuh di La Higuera oleh tentara Bolivia pada tanggal 9 Oktober 1967.

"Daimler tidak memaafkan kehidupan atau tindakan dari tokoh sejarah atau filsafat politik yang dianut. Kami tulus meminta maaf kepada mereka yang tersinggung," ungkap pernyataan resmi perusahaan.



(syu/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com