Esemka Berani Diadu dengan Merek Jepang

Esemka Berani Diadu dengan Merek Jepang

- detikOto
Senin, 09 Jan 2012 10:02 WIB
Esemka Berani Diadu dengan Merek Jepang
Jakarta - Jenis dan model Esemka sampai saat ini masih bisa dihitung dengan jari karena berbagai kendala. Namun hal itu tak menyurutkan semangat siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia untuk memproduksi Esemka lebih banyak lagi. Mereka pun siap bersaing dengan merek lain.

Untuk itulah, PT Solo Manufactur Kreasi (SMK) selaku APM kendaraan Esemka siap menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) di Solo tanpa kecuali.

"Pihak PT SMK sudah sangat siap memproduksi mobil Esemka. Kita siap bersaing dengan merek lain. Akan lebih banyak lagi mobil Esemka nantinya, dan saat ini kita berpikir bagaimana bekerja sama dengan industri otomotif di Solo atau UKM di Solo saja. Tidak ada rencana untuk bekerja sama dengan industri di luar Solo," kata Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya masyarakat Indonesia jangan khawatir dengan kualitas mobil Esemka kelak. Soalnya industri otomotif di Solo kini sudah sangat baik dan tak kalah bersaing.

"UKM otomotif di Solo saat ini cukup baik dalam hal kualitas. Apa yang tidak ada di Solo? Banyak yang sudah menghasilkan. Cetak blok mesin sudah ada, untuk bentuk bodi dan pengecatan juga sudah ada, interior juga cukup baik tinggal pengembangannya saja," yakin pria berkacamata yang akrab disapa Toto itu.

Dengan begitu lanjut Toto mobil Esemka siap diproduksi secara massal dan sejatinya siap menyandang sebagai ikon Mobil Nasional (Mobnas). Guru pembimbing anak SMKN 2 Surakarta itu pun siap mendamping para siswa untuk menghasilkan kendaraan Esemka Rajawali dan Digdaya.

"Dan khususnya kita para pembimbing siap menghantar anak-anak lebih maju lagi," tutup Toto.

Esemka tersedia dalam 2 tipe yakni SUV Rajawali mesin kapasitas 1.500 cc injeksi Rp 95 juta of the road dan mobil pekerja keras Digdaya pikap bermesin 1.500 cc injeksi yang dihargai Rp 75 juta of the road.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads