Pihak SMK Solo belum berani membuat mobil dengan alasan harus meningkatkan kualitas produk yang ada demi kenyamanan penumpangnya.
"Pertama bukan meningkatkan spesifikasi, tapi kita kerja dulu hingga memiliki emisi ramah lingkungan. Kedua mengeluarkan inovasi terbaru seperti membuat bodi yang sesuai dengan mesin," kata Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta Dwi Budhi Martono kepada detikOto di Solo, Kamis (5/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk saat ini seperti yang dijelaskannya keinginan siswa untuk menghasilkan mobil sudah sangat baik. Terbukti Esemka Rajawali dan Digdaya sudah bisa digunakan, hanya saja polesan untuk mencapai maksimal.
"Kita meningkatkan program pembelajaran industri kreatif yang bisa membangkitkan sense daripada siswa. Ya seperti buat Esemka ini," pungkas Toto sambil menunjuk Esemka Rajawali.
Dan saat ini lanjut Toto seluruh siswa SMK sudah seharusnya bersiap diri untuk menjadikan Solo sebagai lokasi pembuatan mobil terbaik hasil anak bangsa.
"Segera menyingsingkan lengan baju untuk maju. Yang paling penting rohnya adalah pembelajaran industri kreatif," ujarnya.
________
Keterangan Foto: SBY menandatangani bodi SMK Digdaya tahun 2009 lalu
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0