Mobil Esemka Proyek Nasional

Mobil Esemka Proyek Nasional

- detikOto
Kamis, 05 Jan 2012 15:42 WIB
Mobil Esemka Proyek Nasional
Malang - Mobil Esemka tengah diidamkan masyarakat sebagai calon mobil nasional ke depannya. Dalam sejarahnya kendaraan roda empat itu diciptakan dari hasil karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sampai nama SMK pun melekat pada produknya.

Esemka sendiri lahir di Tahun 2009 melalui program nasional Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan Nasional yang menunjuk lima SMK sebagai pelopor pembuatan. Yakni SMK 1 Singosari, SMK 6 Kota Malang, SMK 10 Kota Malang, SMK 4 Kota Malang, dan SMK Muhammadiyah II Magelang.

Kelima SMK ini mendapatkan tugas merakit kendaraan roda empat dengan bahan baku yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mobil Esemka merupakan proyek nasional, dan sekolah kami satu dari lima sekolah yang ditunjuk pertama untuk merakit," ujarΒ Humas SMK 1 Singosari Agus Sudarto kepada detikOto via telepon, Kamis (5/1/2012).

Agus menceritakan, masing-masing SMK itu merakit mobil dengan bahan baku engine sama berkekuatan 1.500 cc yang berasal dari SMK Cilincing.

Bahan baku itu kemudian dirakit dengan rangka mobil yang berbeda, khusus SMK 1 Singosari hasil perakitan itu diberi nama esemka digdaya dan Rajawali.

"Produk dari kami, dinamakan Digdaya dan Rajawali dengan kekuatan engine sama 1.500 cc," cerita Agus. Keberhasilan perakitan embrio mobil nasional ini kemudian diadopsi ke seluruh SMK lain di Indonesia, termasuk SMK Surakarta. "Keberhasilan kami, kemudian dikembangkan kepada SMK lain sampai kini, termasuk SMKN Surakarta," sambungnya.

Ditanya terkait nama produk yang menyamakan dari ruang pembuatan, Agus menegaskan, jika itu merupakan paket dari program yang digagas Direktorat Pembinaan SMK Kemendiknas, Esemka yang berhasil merakit engine dengan body mobil sesuai yang diingini juga diberikan kebebasan memberikan nama pada hasil produknya.

"Proyek mobil nasional itu memang diberi nama Esemka, karena yang merakit siswa SMK, bukan kami yang memberikan nama," jelas Agus.

Karena itu, kata Agus, mobil nasional hasil karya siswa SMK ini akan melekat tanpa satu sekolah pun bisa mengklaim sebagai pihak yang menciptakan. "Ya gak bisa mas, ini program direktorat bukan SMK-nya yang menciptakan," tandas Agus.

Ia menambahkan, sesuai dengan harapan lahirnya program ini, kendaraan di tanah air bisa diisi oleh hasil karya anak negeri. Meskipun sampai kini kesulitan terbesar masih mengganjal, yaitu masyarakat bisa menerima produk ini. "Harapannya memang begitu, semoga saja bisa terwujud," harap Agus.

Esemka menjadi tren setelah Walikota Solo Joko Widodo menggunakan mobil produksi SMKN 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta sebagai mobil dinas.


(bdh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads