Orang tersebut adalah Stephen Harris yang merupakan teknisi sekaligus test driver di Kent High Performance Cars yang dikenal sebagai Ferrari Centre di Maidstone, Kent, Inggris. Dia kecelakaan saat mengetes mobil Ferrari 348 TS.
Pria 31 tahun itu mengatakan bahwa pemilik showroom mobil, Roger Collingwood menyuruhnya untuk mencoba kecepatan mobil tersebut hingga 160 km/jam pada tahun 2008 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengendara mobil yang ditabrak Harris tidak mengalami luka serius dan laporan polisi pun menyatakan bahwa 'tidak ada yang salah' pada Ferrari yang ditunggangi Harris.
Pengetesan itu dilakukan karena pekerjaan Harris memang adalah melakukan perbaikan mobil Ferrari dan sebelum diserahkan kembali ke pemiliknya harus di tes dahulu.
Hanya saja, Harris mengatakan bahwa majikannya salah karena telah menyuruh para karyawan untuk mengetes mobil berkecepatan tinggi itu di jalanan umum. Akibat kecelakaan yang dialaminya, Harris kini harus hidup dengan kursi roda.
Namun sang majikan, Roger Collingwood membantah dirinya lalai. Dia mengatakan, meski harus di tes, para karyawannya harus 'tahu aturan' dengan mematuhi hukum jalan dan tidak melanggar batas kecepatan.
"Sungguh tragis apa yang terjadi dengan Stephen, namun kami sangat menyayangkan sengketa klaim kelalaian kami," ujar Collingwood yang sudah menjalani bisnis ini selama 30 tahun.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?