"Kalau saya agak berpikir lain, apakah dengan tidak mengisi bahan bakar bersubsidi seperti premium saya tidak berangkat kerja. Menurut saya tidak," ujar Vice President Director Sales dan Marketing NMI, Teddy Irawan, saat dihubungi detikoto, Kamis(15/12/2011).
Teddy menuturkan penjualan mobil tetap meningkat meski tak lagi diperbolehkan mengisi Premium. Akan tetapi Teddy pun mengakui dengan ditetapkannya peraturan baru yang tidak memperbolehkan kendaraan pribadi menggunakan BBM bersubsidi dari pemerintah, akan mendapatkan komplain dari masyarakat walaupun hanya sebentar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena masyarakat ujung-ujungnya melihat pengeluaran bukan harga bensin tersebut. Misalnya ternyata dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar yang lebih mahal namun pengeluarannya lebih sedikit karena infra struktur yang baik dan membuat bahan bakar lebih efisien ini tidak akan masalah," tutup Teddy.
Sementara itu dalam polling yang pernah dilakukan detikOto pada tahun 2010 lalu, terlihat kalau rencana ini masih banyak pro-kontra.
Meski sebagian besar mengaku setuju dengan kebijakan ini, yang kontra pun tidak kalah banyak.
Berikut hasil polling detikOto:
| Β | Persentase | Jumlah Suara |
| Tidak Setuju | 44,2 | 776 |
| Setuju | 55,73 | 977 |
| Total | 100 | 1.753 |
Jika jadi dilaksanakan, kebijakan ini diyakini bakal membuat masyarakat mencari mobil-mobil yang irit BBM, atau bahkan menggunakan motor. Namun efek ini diperkirakan hanya berlaku sementara, setelah 3 bulanan, pengguna mobil kembali akan menggunakan mobilnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat