Mobil ngebut sampai kecepatan 100 km per jam rawan mengalami kecelakaan. Namun tahukah Anda kalau ternyata jumlah kecelakaan dengan kecepatan yang lebih rendah justru paling banyak terjadi. Survei membuktikan sebanyak 90 persen kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat terjadi pada kecepatan 55 km per jam.
Hal tersebut disampaikan Vehicle Safety Development Manager Toyota Motor Corp Kanno Yoshihisa saat wartawan Indonesia mengunjungi fasilitas Higafushi Technical Center milik Toyota di Jepang beberapa waktu lalu.
"Karena itulah di fasilitas ini, kami melakukan crash test dengan kecepatan 55 km per jam," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua mobil yang sudah berisi dummy ditabrakkan menggunakan winch berkekuatan tinggi yang mampu mengerek mobil sampai kecepatan 55 km per jam. Dan Brakkk...! Suara keras akibat tabrakan bisa terdengar di seluruh fasilitas crash test.
Bagian depan kedua mobil hancur, asap dari airbag keluar sedikit, mesin pun mengalami kerusakan cukup parah.
"Hal seperti ini bisa terjadi di dunia nyata," ujarnya.
Dengan asumsi kecelakaan pada kecepatan 55 km per jam itu, kedua mobil menurut Kanno masih efektif melindungi pengendaranya.
"Anda bisa lihat, pintu depan masih bisa terbuka dengan mudah dengan satu tangan saja, pengemudi pun terlindungi dari kecelakaan. Ini yang kami inginkan pada setiap mobil kami begitu kecelakaan terjadi," ujarnya.
Crash test yang setiap kali dilakukan biayanya mencapai jutaan dolar ini merupakan salah satu upaya Toyota untuk melakukan perbaikan dari sisi keamanan pada mobilnya. Setiap data yang diambil dari dummy membantu untuk melakukan perbaikan pada desain kendaraan agar lebih aman.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih