Menteri Perindustrian Thailand Wannarat Channukul menjelaskan kalau pembebasan tarif impor ini akan membebaskan Honda dari pungutan agar pabrikan Jepang tersebut bisa memasukkan mesin, suku cadang hingga mobil completely built-up (CBU) mereka ke Thailand dan memenuhi permintaan pasar.
Wannarat seperti detikOto kutip dari Bangkok Post, Rabu (30/11/2011) mengatakan bahwa kebijakan membebaskan Honda dari import duty ini berlaku efektif mulai dari 25 Oktober tahun ini hingga 30 Juni tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab pemerintah Thailand beranggapan bahwa diantara berbagai pabrik mobil yang ada, pabrik Honda yang berada di Ayutthaya dianggap paling parah terkena banjir.
Saking parahnya banjir yang melanda, Honda kabarnya terpaksa harus melaukan rekondisi pabriknya sehingga layak untuk berproduksi kembali.
Kira-kira butuh waktu 6 bulan untuk mengganti segala peralatan yang hancur di pabriknya itu. Itu berarti, Honda baru akan normal kembali pada April 2012.
Pabrik Honda di Thailand sendiri merupakan basis produksi Honda di Asia Tenggara. Pabrik tersebut mampu memproduksi mobil Honda Civic sedan dan SUV CR-V dengan kapasitas produksi 240.000 unit per tahun.
Dampak banjir tersebut telah mengganggu produksi Honda hingga ke 4 benua. Seperti dilansir reuters, Selasa (29/11/2011) akibat penutupan pabrik tersebut setidaknya mengganggu produksi mobil Honda secara global sebanyak 4,7 persen.
Di Indonesia, Honda harus menghentikan pengiriman mobil CBU sedan Civic, City, dan Accord. Pasokan komponen untuk Freed juga dialihkan ke Jepang agar menjaga kestabilan produksi mobil tersebut di RI.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok