Dan meski telah mengalami lonjakan puluhan juta hanya dalam 7 tahun masa hidupnya, Daihatsu menganggap kalau harga Xenia masihlah terjangkau bagi konsumen mereka di Indonesia.
"Harga awal Xenia dahulu memang Rp 70-80 juta. Tapi ingat, 7 tahun lalu GDP (Gross Domestic Product/PDB) Indonesia berbeda dengan sekarang," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.
"Purchasing power (kekuatan beli) masyarakat juga sudah berbeda. Jadi kami tidak menganggap ada pergeseran karena buying power juga meningkat," tambahnya di sela-sela peluncuran All New Xenia di Jakarta, Rabu (8/11/2011).
Selain itu, patut di ingat kalau selama 7 tahun belakanga telah terjadi kenaikan harga bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat sebuah mobil seperti baja, plastik atau karet.
Seperti diketahui, Daihatsu baru saja memperkenalkan All New Xenia yang merupakan Xenia generasi kedua. Mobil ini dilepas dengan harga mulai dari Rp 126,6 juta, naik dari harga terendah Xenia sebelumnya Rp 122 jutaan.
Mobil baru ini menawarkan berbagai perubahan yang mencakup sektor eksterior dan interior meski platform dan mesin yang diaplikasi masihlah sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas