Toyota Pindahkan R&D ke Indonesia

Toyota Pindahkan R&D ke Indonesia

- detikOto
Selasa, 08 Nov 2011 12:18 WIB
Toyota Pindahkan R&D ke Indonesia
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Toyota. Karena itu Toyota pun akan membangun pusat riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto di Jakarta.

"Kami sudah mendapatkan komitmen dari Toyota Group bahwa R and D pindah ke Indonesia. Saya harap ini menjadi satu cikal bakal, bahwa putra putri Indonesia, bangsa kita juga mampu membuat produk yang bisa diekspor," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum jelas dimana pusat riset dan pengembangan Toyota ini akan ditempatkan, namun Toyota sedang membangun fasilitas baru yang besar di daerah Karawang, Jawa Barat.

Tentunya jika pusat R&D ini sudah dibangun akan meningkatkan ekspor produk otomotif ke luar negeri. Saat ini Prijono menambahkan pada 2010 grup otomotif Astra sudah mengekspor ratusan ribu unit kendaraan baik dalam bentuk utuh maupun komponen ke mancanegara, mulai dari Afrika, Asia sampai Amerika Latin.

"Dan yang paling membanggakan salah satu produk unggulan kami sudah diekspor kembali ke Jepang, kita tahu semua kalau Jepang itu sangat strict dengan quality control. Produk dari Astra Daihatsu Motor dan Toyota Motor Manufacturing dari Indonesia sudah dapat diterima kembali di negara asalnya," ujarnya.

Prijono pun berharap tahun ini Indonesia bakal menjadi pasar terbesar otomotif di Asia Tenggara. "Saya mendapat laporan bahwa tahun ini Indonesia menjadi market terbesar di South East Asia mudah-mudahan ini bisa terjadi karena potensi di sini sangat besar," ujarnya

Mengenai investasi, grup otomotif Astra selama 10 tahun terakhir sudah menginvestasikan dana sekitar Rp 15 triliun untuk pengembangan produk maupun pengembangan kapasitas.

"Ini akan terus kami tingkatkan mengingat kapasitas baru mencapai 350.000 untuk Daihatsu dan 110.000 untuk Toyota. Dan ini akan ditingkatkan menjadi 430.000 untuk daihatsu dan 180.000 untuk kendaraan Toyota. Yang berarti masih ada sekian triliun yang akan kami investasikan ke depan dalam pengembangan produk maupun kapasitas otomotif," tutupnya.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads