Seperti yang dijelaskan Public Relation Eksternal non Teknis tim ITS, Ahmad Nurdin Arpha kepada detikOto. Dana hasil lomba yang dimenangkan mahasiswa ITS di Kuala Lumpur hanya sebesar US$ 1.800 atau Rp 16 juta, sementara ITS harus mengeluarkan biaya sewa gudang dan kontainer sebesar Rp 35 juta.
Jika tidak dipenuhi maka mobil irit BBM tidak bisa keluar dari gudang pelabuhan. "Uang hasil lomba saja tidak cukup untuk bayar sewa kontainer dan gudang," kata Nurdin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juara hanya dapat hadiah US$ 1.800 (Rp 16 juta). Itupun untuk tidak mungkin dipakai untuk bayar. Uang tersebut untuk keperluan tim mendatang," tandas Nurdin.
Seperti diketahui sebelumnya, 10 mobil irit BBM mahasiswa yang mengikuti lomba irit BBM di Kuala Lumpur tertahan di pelabuhan selama 2,5 bulan.
Karena makin lama itulah, biaya sewa gudang dan kontainer menumpuk dan makin mahal.
Bea Cukai menurut Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono mengaku sudah mengeluarkan 7 mobil, namun untuk soal biaya diserahkan kepada mahasiswa dan pemilik gudang kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok.
Tadinya pengiriman mobil irit ini tertahan di pelabuhan karena importir yang memiliki track record bermasalah.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit