SIM Pengidap Diabetes Terancam Dicabut

SIM Pengidap Diabetes Terancam Dicabut

- detikOto
Selasa, 20 Sep 2011 13:56 WIB
SIM Pengidap Diabetes Terancam Dicabut
London - Akibat ancaman penyakit yang diidapnya, jutaan pengidap diabetes akan menghadapi ancaman pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM). Bagi yang SIM-nya belum dicabut, lisensi mengemudi itu harus terus diperbaharui setiap 1-3 tahun.

Hal itulah yang coba dilalukan oleh Badan Lisensi Pengendara dan Kendaraan Inggris atau Driver and Vehicle Licensing Agency (DVLA) setelah terjadinya peningkatan tajam pada jumlah pengendara yang lisensi-nya dicabut setelah ada arahan dari Uni Eropa pada bulan September lalu.

"Kami memiliki sejumlah pengendara yang menghubungi kami dan mengatakan izin mereka telah dicabut. Jumlah tersebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir,"
Related Articles ungkap juru bicara DVLA seperti detikOto kutip dari Daily Mail, (20/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu penyebab dicabutnya SIM pada para pengendara pengidap diabetes adalah kekhawatiran pada resiko serangan di malam hari.

"Di masa lalu ini tampaknya tidak diperhitungkan. Tapi sekarang mulai," tambahnya.

"Kami percaya bahwa orang dengan diabetes tidak menimbulkan risiko lebih besar dari pengendara lain selama mereka mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan setiap kali mereka berkendara," tambahnya lagi.

"Inggris memiliki beberapa jalan teraman di dunia dan aturan perizinan memiliki peran penting dalam mempertahankan posisi ini. Kami bertujuan untuk mencari keseimbangan yang tepat, memastikan bahwa hanya mereka yang aman untuk berkendara yang diperbolehkan ada di jalan-jalan kita, sementara pada saat yang sama menghindari menempatkan pembatasan yang tidak perlu pada kemandirian masyarakat," jelasnya lagi.

Seperti detikOto kutip dari wikipedia, diabetes atau yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya. Bisa pula terjadi karena defisiensi transporter glukosa.

Berbagai penyakit, sindrom dan simtoma dapat terpicu oleh diabetes mellitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram, leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme, dan lain-lain.

Simtoma hiperglisemia lebih lanjut juga menginduksi tiga gejala klasik lainnya seperti poliuria - sering buang air kecil, polidipsia - selalu merasa haus, polifagia - selalu merasa lapar, penurunan berat badan, seringkali hanya pada diabetes mellitus tipe 1.

Dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan, gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal, gangguan kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron.

Ada pula efek gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual, dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma serta rentan terhadap infeksi.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads