Saat ini produsen mobil Toyota tercatat sudah memiliki sebuah pabrik di Karawang yang memiliki kapasitas produksi hingga 120.000 unit per tahun.
Namun karena pasar mobil Indonesia yang makin berkembang, kapasitas produksi di pabrik seluas 100 hektar itu dirasa kurang mencukupi untuk masa depan. Karena itulah, sebuah pabrik dibangun di sebelah pabrik pertama ini. Pabrik kedua yang saat ini sedang dibangun itu diperkirakan akan rampung pada 2013 mendatang.
"Kapasitas produksi pabrik kedua sebesar 70.000 unit per tahun. Kapasitas pabrik pertama 110.000. Jadi pada 2013 mendatang kami berharap bisa memproduksi 180.000 unit," ungkap Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Masahiro Nonami di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
"Itu angka produksi normal ya. Tanpa overtime. Kalau kita produksi sampai overtime, seharusnya angka produksi naik sekitar 20-25 persen. Jadi sebenarnya minimal kita bisa produksi 200.000 mobil per tahun," cetus Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di tempat yang sama.
Lebih lanjut Nonami menjelaskan kalau untuk pembangunan pabrik kedua ini, Toyota sudah menyiapkan dana investasi hingga Rp 2,9 triliun.
"Pabrik ini dibangun diatas tanah seluas 76 ribu meter dengan dana investasi sebesar Rp 2,9 triliun. Rp 1,7 triliun untuk ekspansi pabrik dan Rp 1,2 triliun sebagai investasi tambahan," jelas Nonami.
"Untuk itu, kami akan menambah 15.000 tenaga kerja baru termasuk di pemasok dan distributor," tambahnya lagi.
"Dan ingat, angka investasi itu hanya untuk pembangunan pabrik semata. Kalau kita hitung investas-investasi lain seperti di sektor komponen dan distributor, seharusnya angka itu lebih tinggi lagi," kata Johnny.
Dengan pembangunan pabrik baru ini, baik Nonami maupun Johnny berharap Indonesia mampu memenuhi permintaan mobil di dalam negeri yang terus meningkat. Selain itu, kapasitas pabrik yang makin besar itu juga diharapkan akan membuat Toyota mampu lebih banyak mengekspor mobil buatan Indonesia ke berbagai negara.
"Innova dan Fortuner yang kita buat di Indonesia sudah diekspor ke-16 negara di Asia, Afrika dan Timur Tengah," ujar Nonami. "Total seluruh model yang kita buat disini dan kita kirim ke luar negeri kira-kira 40 persen dan total ekspor mobil nasional. Bila menghitung seluruh mobil yang kami ekspor, Toyota mengekspor mobil ke-30 negara," timpal Johnny.
Dan karena memiliki pasar yang makin meningkat dengan populasi yang sangat besar, Indonesia pun diperkirakan akan mampu mengalahkan Thailand yang menjadi negara produsen mobil terbesar di Asean tidak lama lagi.
"1-2 tahun ini kita bisa. Mungkin 2013, Thailand sudah kalah dari kita," pungkas Johnny.
Menanggapi rencana ini, Wapres Boediono sangat mendukung. Menurutnya, kehadiran industri manufaktur seperti Toyota sangat menunjang kemajuan industri di Indonesia.
"Wapres mengatakan kehadiran industri manufaktur seperti ini sangat baik untuk menunjang industri di Indonesia. Ada jaringan yang kuat industri kecil ke industri manufaktur. Wapres mendukung pembuatan pabrikasi secara penuh pabrik kendaraan bermotor di Indonesia," terang Yopie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar