Temuan survei GfK Barometer of Automotive Awareness and Imagery Study, menyebutkan mobil China dan India saat ini sama seperti mobil merek Korea ketika pertama kali diperkenalkan di tengah khalayak AS.
Dalam waktu dekat perusahaan seperti BYD (China), Chery (China) dan Mahindra (India) menyatakan niat untuk meluncurkan produk di Amerika Serikat. Namun keseriusan mereka sepertinya tidak bakal membantu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil itu menemukan hanya 38 persen dari responden yang mempertimbangkan akan membeli mobil asal China dan 30 persen kendaraan asal India. Sementara 95 persen hanya tertarik untuk membeli dari AS, 76 persen dari produsen Jerman, 75 persen kendaraan Jepang dan 49 persen asal Korea.
Hasil tersebut berbeda dengan generasi muda asal AS. Generasi muda di AS lebih terbuka dan tertarik membeli mobil asal Tirai Bambu dan India, dengan 52 persen mengatakan mereka akan mempertimbangkan sebuah mobil dari China dan 41 persen terbuka untuk mobil dari India.
Karenanya dari hasil tersebut menandakan butuh keseriusan kedua pabrikan agar menempati hati masyarakat AS. Bukan karena murah saja namun ketahanan, fitur keamanan yang handal serta kehandalan juga menjadi perhitungan para konsumen. Seperti Hyundai yang telah menunjukan kualitasnya di AS.
"Namun kami ingin menambahkan kualitas, kinerja, keamanan dan kehandalan dari model yang membuat kami berbeda. Dan Hyundai awalnya tertinggal namun waktu pun berubah karena selama 15 tahun perusahaan menunjukan kekompetitifiannya ke masyarakat," kata perusahaan otomotif GfK.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi