Chief Executive Officer (CEO) PT Indobuana Autoraya, Paulus B. Suranto yang merupakan agen pemegang merek (APM) Volvo di Indonesia mengungkapkan wacana tersebut tidak akan terlalu berpengaruh di segmen mobil premium seperti Volvo tapi akan berpengaruh pada pasar mobil low-end dan komersial. Sehingga mereka tidak akan menakuti wacana tersebut.
"Untuk segmen ini tidak akan terlalu berpengaruh," cetusnya di Jakarta.
Lebih lanjut Paulus menjelaskan kalau saat ini 60 persen pembeli mobil Volvo membeli mobil melalui jalur kredit, sementara hanya 40 persennya yang membeli secara tunai.
"Tapi kalau di segmen ini, beda. Para pembeli mobil yang membeli secara kredit bukannya tidak punya uang lalu kredit, tapi lebih karena mereka ingin mengatur cash flow (aliran dana) mereka. Kalau disuruh membeli cash pun sebenarnya mampu," jelasnya.
"Sehingga kalau pun standar uang mukanya dinaikkan, tidak akan terlalu masalah, karena sebenarnya memang mereka punya uang," tambahnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malahan dengan rencana untuk kembali serius membangun kembali pasar Indonesia, Volvo merasa optimis menatap masa depannya di nusantara. Sebab tidak lama lagi mereka akan memasukkan sebuah mobil Volvo XC60 pada bulan September dan V60, S60 serta S80 tahun depan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi