Ambisi itu seolah terasa seperti 'balas dendam' karena produksi mobil pabrikan Jepang itu turun drastis akibat gempa yang melanda negeri matahari terbit pada bulan Maret silam.
Angka produksi 8,9 juta unit ini bila benar-benar tercapai akan menjadi rekor baru Toyota setelah di 2007 mereka 'hanya' memproduksi 8,53 juta mobil sebelum permintaan dipukul krisis ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produksi tahun depan yang cukup tinggi nantinya akan digunakan untuk memenuhi permintaan dalam negeri Jepang yang kemungkinan akan berada di angka 3,49 juta kendaraan atau naik dari permintaan tahun ini yang diprediksi di angka 2,97 juta mobil.
Sisanya, akan digunakan untuk memenuhi permintaan pasar mobil global yang menurut perkiraan akan mencapai 5,41 juta unit, naik dari 4,36 juta unit tahun ini.
Dari angka produksi di luar Jepang itu, 1,68 juta unit akan dibangun di Amerika Utara, 600.000 di Eropa, 950.000 di Cina, 1,46 juta di Asia Tenggara dan Taiwan, dan 720.000 wilayah lain.
Untuk tahun ini, Toyota menargetkan angka produksi hanya sebanyak 7,15 juta mobil saja. Dengan total produksi sebanyak itu, kemungkinan mahkota produsen mobil terbesar di dunia akan hilang dari kepala Toyota dan berpindah ke General Motors.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya