Apabila jalanan dan infrastrukturnya tidak dibenahi, niscaya Jakarta bakal macet total pada 2015.
Pemerintah pun harus bertindak seperti membuat peraturan yang mengatur agar kendaraan tidak hanya berkonsetrasi di kota-kota besar melainkan juga di area lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rudi kondisi jalanan Jakarta bakal bertambah kusut jika pemerintah tidak serius menangani fenomena tersebut. Terlebih jika ada penambahan ruas jalan dan jalan layang.
"Perkembangan jalan layang di Jakarta hanya 0,1 persen pertahun sementara perkembangan mobil mencapai 8 persen pertahun. Itu termasuk 2,4 juta mobil dan 4,3 juta kendaraan motor. Karenanya pemerintah Indonesia harus bertindak," ucapnya.
Selain itu faktor keselamatan menjadi hal penting untuk pengendara motor. Pemerintah pun harus menerapkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan pengguna jalan. "Kebijakan hukum yang mengutamakan keselamatan," pungkasnya.
D isamping itu ia menyarankan terkait dengan pendapatan negara, pemerintah harus mengutamakan pembangunan insfrastruktur jalan untuk pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintahan harus mengutamakan anggaran untuk pertumbuhan ekonomi. Perkembangan dari standarisasi Indonesia yang mengacu pada standar-standar Internasional. Serta iklim investasi yang lebih baik untuk dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam dengan mengurangi birokrasi dan tugas-tugas pemantauan pajak dan lain-lain," pungkas Rudi.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya