Ford dan Peugeot Fokus ke Mobil Bermesin Kecil

Ford dan Peugeot Fokus ke Mobil Bermesin Kecil

- detikOto
Kamis, 14 Jul 2011 19:30 WIB
Ford dan Peugeot Fokus ke Mobil Bermesin Kecil
Jakarta - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang merangkak naik dan dorongan dari pihak luar untuk menghasilkan mobil ramah lingkungan memaksa produsen mobil bermanuver menghasilkan mobil dengan mesin kapasitas kecil.

Dorongan ini pun mulai dirasakan produsen mobil Ford dan Peugeot yang kini mulai fokus untuk memproduksi mobil mesin kecil seperti halnya Ford.

Produsen mobil asal Amerika Serikat itu mulai serius untuk mengembangkan mobil bermesin kecil di Indonesia karena mobil kecil kian menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan kita fokus untuk mobil dengan mesin kecil di Indonesia. Karena itu saat ini mulai berkembang dan mulai kami rasakan," kata Direktur Marketing PT Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto disela-sela Media Gathering di Jakarta, Kamis (14/7/2011).

Salah satu keseriusan Ford akan menghadirkan mobil bermesin kecil adalah dengan Ford Fiesta 1.000cc yang kini mulai. Menurut Bagus, kalender FMI berencana akan memasarkan mobil Fiesta 1.000 cc ke Tanah Air.

"Ada beberapa, Fiesta 1.000 cc kita juga akan meluncurkan tapi kita saat ini fokus dulu pada Fiesta yang sudah ada saat ini," pungkasnya.

Data Gaikindo yang detikOto terima, Ford Fiesta telah terjual sebanyak 3.428 unit. Tentu saja angka itu akan terus bertambah jika Fiesta 1.000 cc hadir ke tengah masyarakat Indonesia.

Senada dengan Ford, Peugeot pabrikan asal Eropa juga mulai fokus untuk menghadirkan mobil kecil. Peugeot memiliki alasan sendiri karena mobil dengan mesin kapasitas kecil di Eropa menjadi andalan karena mendukung efisiensi bahan bakar serendah mungkin.

"Karena di Eropa membuat emisi serendah mungkin. Kita ke depannya fokus ke mesin kecil," kata CEO PT Astra International-Peugeot Constantinus Herlijoso di sela-sela peluncuran Peugeot RCZ di Essence Darmawangsa Apartement hari ini (14/7).

Namun Herlijoso mengatakan, jika pihaknya belum tentu menghadirkan mobil berkapasitas 1.000cc di Indonesia dengan alasan tidak sanggup digunakan untuk pendingan AC. Ia menilai mobil 1.000 tidak akan berkembang.

"Tapi tidak untuk mobil 1.000cc. Itu tidak berkembang. Iklim Indonesia panas dan masyarakat butuh AC," ucapnya pasti.

(syu/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads