Hal tersebut terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Tongji. Para mahasiswa ini melakukan survei pada para pembeli mobil terutama pembeli potensial mobil listrik dari 13-24 Juni silam.
Seperti dilansi China Car Times, Jumat (8/7/2011) dari hasil penelitian universitas di Shanghai tersebut terungkap kalau alasan utama kebanyakan orang China ingin membeli mobil listrik karena mobil ini bisa menghemat banyak uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan ketika ditanya kenapa masih ragu membeli mobil listrik, 76,8 persen responden mengeluhkan harga mobil listrik yang 50 persen lebih mahal dibanding harga mobil bensin.
Sementara 84,1 persen tidak berminta membeli mobil listrik meskipun mereka tahu keunggulannya karena harga baterai yang masih sangat mahal. Sebab bila baterai mobil listrik rusak, baterai pengganti harganya masih sekitar 100 ribu yuan atau sekitar Rp 131,8 jutaan.
Jadi, bila tidak disubsidi sebagian besar konsumen Cina tidak akan membeli mobil listrik.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih