Selasa, 05 Jul 2011 13:38 WIB

Mobil Tanpa Ban Serep, Penyebar Ranjau Paku Senang

- detikOto
Cikampek - Produsen mobil di beberapa negara sudah tidak lagi memberikan ban serep untuk para pembeli mobil. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan di Indonesia. Sebab bila dilakukan, pelaku penyebar ranjau paku tentu akan senang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Departement Manager Field Service Engineering Dept PT Bridgestone Tire Indonesia, H. Agus Sarsito di sela-sela Tire Safety Campaign di Cikampek, Jawa Barat, Selasa (5/7/2011).

"Kalau mau diikuti harus dipikirkan ulang," tandasnya.

Agus mengungkapkan kalau hal itu tidak bisa dilakukan di Indonesia dan bila dipaksakan akan sangat berbahaya. "Kamu tahu sendiri di Indonesia banyak sekali ranjau paku, sedangkan di tol banyak derek liar. Kalau tidak dikasih ban serep, mereka yang akan senang," tambahnya.

Selain itu bila produsen mobil ingin tidak lagi memberi ban serep, maka teknologi ban yang dipasangkan sebagai ban standar juga harus ditingkatkan agar tidak membahayakan dan menyulitkan para pengguna kendaraan.

"Kalau mau, ban standar harus RFT (run-flat tires) semua. Harus pakai ban anti bocor kalau produsen tidak mau lagi kasih serep," tandasnya.

Seperti di ketahui, beberapa produsen mobil sudah mulai menghilangkan ban serep sebagai ban tambahan ketika membeli mobil baru.

Langkah ini dimaksudkan agar mengurangi bobot kendaraan dan meningkatkan efisiensi BBM serta untuk mengurangi cost. Selain itu, langkah ini juga untuk mengeliminasi bahaya terserempet kendaraan lain seperti truk atau mobil biasa saat mengganti ban di jalan tol yang padat.

Ada beberapa model mobil di Amerika yang saat ini sudah tidak lagi menyediakan ban serep seperti Chevrolet Cruze, Cadillac CTS, Fiat 500, Ford Focus, Honda Fit (di Kanada).

Mobil sport seperti Ford Mustang, Camaro ZL1, dan Audi TT juga tidak memilikinya. Begitu juga MPV besar seperti Toyota Sienna.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com