Sepertiga Mahasiswa Menggunakan Smartphone Ketika Mengemudi

Sepertiga Mahasiswa Menggunakan Smartphone Ketika Mengemudi

- detikOto
Jumat, 01 Jul 2011 11:08 WIB
Sepertiga Mahasiswa Menggunakan Smartphone Ketika Mengemudi
Jakarta - Sudah menjadi perhatian umum kalau menggunakan ponsel ketika berkendara adalah sesuatu hal yang berbahaya. Tapi menurut penelitian ternyata lebih dari sepertiga mahasiswa yang mengemudi melakukan hal buruk tersebut.

Sebuah survei yang dilakukan oleh University of Alabama di Birmingham mengungkapkan bahwa 35 persen mahasiswa menggunakan telepon selular mereka saat mengemudi. Bahkan tanpa rasa kapok, hal itu tetap mereka lakukan setelah menghadapi bahaya langsung.

"Para peserta tampaknya mengerti bahwa menggunakan ponsel saat mengemudi itu berbahaya, dan beberapa bahkan mengalami kecelakaan kendaraan bermotor saat menggunakan ponsel, tetapi mereka terus melakukannya," kata mahasiswa UAB yang melakukan survei, Lauren McCartney.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

McCartney yang merupakan seorang mahasiswa di Departemen Psikologi di UAB akan menyajikan temuan-temuannya tersebut pada bulan Agustus di konvensi American Psychological Association 119 (APA) di Washington, DC. Karyanya dipilih karena surveinya cukup inovatif.

Dalam penelitian tersebut McCartney mengungkapkan kalau penggunaan perangkat mobile untuk berinternet ria ketika mengemudi adalah jauh lebih buruk dari sms ketika berkendara.

"Teknologi berkembang dengan pesat sehingga pengetahuan belum mengungkapkan seluruh efek penggunaan ponsel di belakang kemudi mobil," kata McCartney.

"Tapi sesuatu perlu dilakukan karena dalam istilah psikologis, penggunaan internet dapat menyebabkan gangguan kognitif dan visual substansial yang melebihi efek berbicara atau SMS, sehingga jauh lebih berbahaya," tandasnya.

Di antara responden survei, satu dari 10 mengatakan "sering," "hampir selalu" atau "selalu" menggunakan aplikasi selular saat mengemudi dan lebih dari sepertiga menggunakannya "kadang-kadang."

Survei ini meliputi 93 mahasiswa UAB yang memiliki smartphone dan menggunakan aplikasi berbasis internet setidaknya empat atau lebih per minggu. Itu bukan sampel acak.

"Mengemudi mobil merupakan tugas yang sangat rumit bagi manusia untuk menyelesaikannya dengan aman. Ada tugas besar bagi kognitif dan kesiapan pengemudi yang harus dilengkapi, sering (kejadian berlangsung) sangat cepat dan dalam sepersekian detik," imbuh David Schwebel, Ph.D., director of the UAB Youth Safety Lab seperti dikutip dari uab, Jumat (1/7/2011).

"Seorang pengemudi yang menggunakan smartphone-nya jelas terganggu, baik secara visual dan kognitif, dan sebenarnya benar-benar tidak boleh mengemudi. Fakta bahwa 10 persen dari mahasiswa 'sering' menggunakan smartphone saat mengemudi sangatlah menakjubkan. Fakta bahwa 35 persen 'terkadang' melakukan adalah sama berbahaya," tandasnya.

Saat ini tercatat 33 negara melarang pengendara melakukan aktifitas mengirim atau membaca sms ketika mengemudi, tapi tidak ada satu pun negara yang secara khusus melarang para pengemudi untuk berinternet di perangkat mobile mereka baik untuk hukuman pelanggaran primer atau sekunder.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads