Angka pemesanan Mazda2 yang memiliki nama lain Demio (di Jepang) ini cukup untuk membuktikan kalau Mazda2 masih merupakan salah satu hatchback yang menjadi fenomena di dunia otomotif Jepang.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (30/6/2011), Mazda yang hari ini mulai memasarkan Mazda2 cukup kaget dengan angka pemesanannya. Soalnya angka tersebut berarti 108 persen dari target penjualan mobil ini yang ditentukan oleh Mazda Motor Corp sebanyak 6.000 unit per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dimungkinkan berkat mesin baru yang menggunakan teknologi SKYACTIV yang diaplikasi di mesin 1.300 cc direct injection SKYACTIV-G 1.3 berbahan bakar bensin. Dengan teknologi ini, konsumsi BBM Mazda2 bisa mencapai angka 1:30 (30 km per liter).
Selain itu, Mazda2 juga mengadopsi sistem idling stop yang unik yang dinamai i-stop. i-stop selama ini memang sudah menjadi fitur Mazda, namun Mazda makin memperbaiki fitur hemat BBM itu. Dengan demikian ketika mobil kembali dinyalakan, mesin hanya membutuhkan lebih sedikit bahan bakar.
Teknologi lainnya adalah "intelligent-Drive Master" (i-DM). Fitur ini membantu pengemudi dalam kenyamanan berkendara.
Dengan kombinasi mesin SKYACTIV-G 1.3, i-stop dan teknologi lainnya, Mazda2 akhirnya bisa mencapai angka 1:30 untuk konsumsi BBMnya.
Namun, untuk mencapai angka konsumsi bahan bakar yang irit tersebut, Mazda harus meningkatkan kompresi mesin mobil ini menjadi 14:1 dan merupakan rasio kompresi mesin mobil penumpang terbesar di dunia.
Nah karena rasio kompresi yang tinggi ini, Mazda2 dengan mesin SKYACTIV-G 1.3 dipastikan tidak akan bisa meminum bahan bakar oktan 88 atau 90 seperti yang dikandung Premium dan Pertamax.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS