Suzuki e Vitara buatan India melakukan pengujian keselamatan di Jepang. SUV listrik tersebut meraih peringkat keseluruhan empat bintang dalam penilaian Japan New Car Assessment Program (JNCAP) 2026.
Dalam penilaian tersebut, Suzuki e Vitara versi Jepang memperoleh peringkat A untuk keselamatan preventif dan peringkat B buat keselamatan tabrakan. Sistem pelaporan kecelakaan darurat otomatisnya juga masuk kategori Advanced Level II.
Hasil ini berbeda dengan penilaian di India, di mana Suzuki e Vitara yang dipasarkan di negara tersebut sebelumnya meraih peringkat keselamatan lima bintang dari Bharat NCAP. Sementara itu, lembaga keselamatan Australia, ANCAP, memberikan peringkat empat bintang untuk SUV listrik ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu dicatat, perbedaan hasil tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa versi India lebih aman dibandingkan versi Jepang. Sebab, JNCAP menilai sejumlah aspek, dari perlindungan tabrakan, teknologi pencegahan kecelakaan, hingga sistem pelaporan darurat otomatis. Kriteria pengujian dan perlengkapan kendaraan juga dapat berbeda antarnegara.
Mengutip RushLane, dalam pengujian tabrakan JNCAP, e Vitara mendapatkan Level 5 dari skala tertinggi lima level buat perlindungan pengemudi pada uji tabrak frontal lebar penuh. Perlindungan penumpang belakang pada pengujian yang sama memperoleh Level 4, begitu pula hasil uji tabrak frontal offset.
Sedangkan perlindungan benturan samping meraih Level 5. Perlindungan leher pengemudi dan penumpang depan dalam simulasi benturan dari belakang juga mendapat Level 5.
Sementara itu, perlindungan pejalan kaki memperoleh hasil berbeda. Perlindungan kepala mendapat Level 3, sedangkan perlindungan kaki meraih Level 5. Sistem pengingat sabuk pengaman memperoleh Level 4.
Di sektor keselamatan preventif, Suzuki e Vitara menunjukkan hasil positif dalam sejumlah skenario. Sistem pengereman darurat otomatis buat mendeteksi pejalan kaki pada siang dan malam hari, serta pengendara sepeda, masing-masing meraih Level 5.
Pencegahan kendaraan keluar jalur, lampu depan berkinerja tinggi, dan sistem penekanan akselerasi akibat kesalahan penggunaan pedal juga memperoleh Level 5.
Namun, hasilnya tidak merata dalam skenario persimpangan. Pengereman darurat untuk kendaraan dari arah berlawanan saat mobil berbelok ke kanan mendapat Level 4. Deteksi pejalan kaki ketika kendaraan berbelok ke kanan maupun kiri juga memperoleh Level 4.
Sementara itu, skenario belok kanan yang melibatkan sepeda motor mendapat Level 3. Pengereman darurat untuk kendaraan yang melintas di persimpangan memperoleh Level 2, menjadi salah satu hasil terendah dalam rincian pengujian yang dipublikasikan.
Sebagai informasi, Suzuki e Vitara diproduksi di Gujarat, India, yang menjadi basis produksi global eksklusif model tersebut. Kendaraan dari pabrik itu dipasok ke berbagai pasar internasional.










































