Kembaran Wuling Eksion dan Wuling Starlight 560 akhirnya meluncur di India dengan nama MG Hector Tomahawk. Merek mobil yang masih satu induk dengan SAIC grup itu hadir dalam pilihan penggerak listrik murni (EV) serta plug-in hybrid (PHEV).
Mengutip Carnewschina, MG Hector Tomahawk EV dibanderol mulai 1.399.000 rupee India. Dengan kurs Rp 185,63 per 1 rupee, harga tersebut setara sekitar Rp 259,7 juta. Model listrik ini dijadwalkan mulai dikirim kepada konsumen pada September 2026.
Sebagai catatan, harga tersebut menggunakan skema sewa baterai. Biayanya ditetapkan 4,9 rupee per km atau sekitar Rp 910 per km.
MG Hector Tomahawk memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.770 mm, dan jarak sumbu roda 2.810 mm. SUV ini tersedia dalam konfigurasi lima dan tujuh tempat duduk.
Versi listrik menggunakan satu motor listrik bertenaga 150 kW atau sekitar 201 dk dengan torsi 310 Nm. Motor tersebut mendapat suplai energi dari baterai 69,2 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 517 km.
Pengisian daya DC dapat dilakukan dengan daya hingga 90 kW. Baterai bisa diisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit. Sementara pengisian AC rumahan hanya mendukung daya 7 kW.
Selain versi listrik, MG juga menyediakan Hector Tomahawk PHEV. Varian ini menggunakan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated yang menghasilkan 105 dk, dipadukan motor listrik bertenaga 198 dk.
Baterai berkapasitas 20,5 kWh memungkinkan mobil melaju hingga 115 km hanya dengan tenaga listrik. Sementara jarak tempuh gabungannya mencapai 1.100 km.
MG Hector Tomahawk PHEV dibanderol mulai 2.179.000 rupee atau sekitar Rp 404,5 juta. Skema sewanya ditetapkan 3,2 rupee per km, setara sekitar Rp 594 per km.
Kedua varian mendapatkan layar tengah 15,35 inci, Apple CarPlay dan Android Auto, panel instrumen LCD, sistem audio Infinity, ambient light 256 warna, wireless charger, kamera 360 derajat, serta sistem bantuan berkendara Level 2.
(lua/din)