Kamis, 11 Jul 2019 17:37 WIB

Maaf! Vespa Gembel Dilarang Ikut Konvoi Akbar Pencinta Skuter ke Pangandaran

Andi Nurroni - detikOto
Ilustrasi Foto: Pool Ilustrasi Foto: Pool
Pangandaran - Pangandaran Lautan Scooter (Palas), ajang tahunan para penghobi skuter kembali digelar di kawasan wisata Pantai Pangandaran pada 27-28 Juli 2019. Menandai tahun ke-17 kegiatan ini, klub skuter dari berbagai daerah akan menggelar konvoi menuju Pangandaran.

Ketua Pangandaran Scooter Assocition (Pasca) Abo Sugiman Asidik, penanggung jawab kegiatan menyampaikan, setidaknya 100 klub scooter akan datang menghadiri ajang tersebut. Berbagai klub yang memastikan hadir berasal dari daerah-daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta, serta beberapa dari luar Pulau Jawa.



"Yang terjauh dari Sumatera, tepatnya Lampung sama Bali," ujar Abo kepada detikcom, Kamis (11/7/2019).

Abo menyampaikan, ajang Palas 2019 yang juga menandai hari jadi komunitas Pasca ke-18 akan diisi sejumlah kegiatan. Di antaranya silaturahmi antar-klub skuter, bazar kuliner, bazar merchandise skuter, bakti sosial hingga hiburan.

Tak ketinggalan, kata Abo, panitia menyediakan hadiah kejutan dua unit skuter klasik untuk para peserta kegiatan yang beruntung. Abo memprediksi, kegiatan akan diikuti 2 ribu hingga 3 ribu orang.



Tak hanya ajang seremoni, menurut Abo, kegiatan ini juga telah menjadi salah satu destinasi wisata, khususnya bagi para penggemar skuter. Selama kegiatan, kata dia, uang ratusan juta rupiah diprediksi akan mengalir ke kantung para pelaku usaha wisata di Pangandaran.

Meskipun memiliki potensi wisata besar, kata Abo, pihaknya menyayangkan lemahnya dukungan dari pemerintah setempat. Padahal, kata Abo, jika dimasukan ke dalam kalender wisata, kegiatan tersebut bisa dikemas menjadi ajang bergengsi, salah satunya menghadirkan para kolektor skuter papan atas.

"Kami tentu berharap dukungan pemerintah, agar kegiatan maksimal dan bisa menjadi ajang wisata yang lebih hebat," ujar dia.



"Skuter Sampah" Dilarang Masuk

Abo mengakui, kegiatan Palas selama ini kerap dikritik karena kehadiran skuter-skuter dengan modifikasi kumuh, seperti menempelkan aksesoris dari barang-barang bekas. Khusus tahun ini, kata Abo, pihaknya akan melarang keras kehadiran skuter-skuter kumuh yang membawa aksesoris sampah.

"Selain kumuh dan dianggap meresahkan, sebagian skuter mereka juga tidak berizin. Kita sudah koordinasi dengan Kepolisian, Dishub dan meminta bantuan ormas untuk menghentikan mereka di perbatasan sebelum masuk," kata Abo. (bbn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed