Induk dari JEMO, yaitu Indonesia Max Owners (IMO), pun angkat bicara. Ketua Umum IMO, Wahyudhi Ariyanto membenarkan bahwa JEMO merupakan membernya di IMO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iduy menyatakan, kejadian ini akan dijadikan pelajaran berharga bagi IMO dan komunitas di bawah naungan IMO. Jadi, ke depannya IMO dan komunitas di bawahnya akan lebih selektif dalam memasukan pengisi acara dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
"Proses hukum sedang berjalan, kita hormati proses hukum tersebut sampai tuntas, agar permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan hasil yang terbaik bagi saudara kami di Jepara," ucap Iduy.
Untuk diketahui, IMO merupakan induk komunitas skuter maxi di seluruh Indonesia. Di bawah IMO ada beberapa komunitas skuter maxi Yamaha yang tersebar di seluruh kota di Indonesia, termasuk Jepara Max Owners (JEMO).
"Jadi kami Bottom Up, bukan Top Down. Masing-masing club punya AD/ART. Jadi IMO tidak bisa intervensi terhadap permasalahan yang terjadi di club yg berafiliasi ke IMO jika tdk diminta oleh club tersebut," jelas Iduy. (rgr/lth)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk