"Secara langsung maupun tak langsung, kita berkewajiban untuk melestarikan alam. Oleh karena itu, Pertamina melakukan hal tersebut. Jadi tidak hanya berfokus ke minyak dan minyak saja," papar Kepala BKSDA Seksi VI Tasikmalaya Didin Syarifudin kepada detikOto di Kawasan Konservasi Penyu Pantai Sindangkerta, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Senada dengannya, Opetation Head Terminal BBM Pertamina Tasikmalaya, Mokhamad Tohir, juga memaparkan bahwa program yang sudah berjalan beberapa bulan lalu ini dapat mencegah kepunahan biota laut tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan pelepasliaran penyu hijau ini dilaksanakan di hari kedua turing yang digelar Pertamina, Sabtu (4/11/2017) kemarin. Ratusan pengendara sepeda motor (motorist) yang tergabung dari berbagai klub motor pun ikut meramaikan gelaran di Pantai Sindangkerta tersebut.
"Saya harapkan perusahaan lain di Tasikmalaya bahkan Jawa Barat sekalipun, meniru apa yang dilakukan Pertamina ini, bukan hanya semata mengejar target bisnis, tapi disertai dengan mengedepankan daya dukung alam. Kolaborasi memang diperlukan," ujar Area Manager CSR & SMEPP JBB , Khazali Nasution.
"Mudah-mudahan kerja sama ini terus berjalan baik dan lancar. Tak hanya berupa kunjungan saja tapi support secara nyata," tutup Didin.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BKSDA Tasikmalaya, siklus reproduksi penyu hijau terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Hal ini dikarenakan perilaku manusia, faktor alam, dan masyarakat yang memburu telurnya. Pada tahun 2015 telur yang tidak menetas sebanyak 3.591 butir telur meningkat drastis dibandingkan tahun 2016 yang hanya 616 butir telur. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk