Di penghujung Juli 2015 lalu klub motor jadul itu terlihat nongkrong di pelataran parkir kuil atau Wat Rong Khun di Jalan Phahonyothin, sekitar 15 kilometer sebelah barat daya dari pusat Kota Chiang Rai. Tak kurang ada 20-an motor berjejer rapi di sana. Terlihat motor-motor yang digunakan antara lain Supra, Supra Fit, Prima, hingga C-70.
Β
Saat mangkal di pelataran Wat Rong Khun, mereka terlihat membawa serta bendera klub yang bergambar kepala banteng. Nama klub itu dituliskan dengan aksara Thai atau akson Thai.
"Kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris kira-kira maknanya, Hero of Biker," kata Chiky, seorang penerjemah asal Chiang Rai yang berbicara dengan anggota klub itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti kebanyakan sepeda motor di Thailand, motor-motor lawas milik anggota klub itu memiliki keranjang di bagian depannya. Dalam penggunaan sehari-hari, keranjang itu tempat meletakkan beragam barang belanjaan. Namun karena ini klub motor dan anggota klubnya anak muda, maka keranjang itu kini menjadi tempat untuk meletakkan jaket, helm hingga oli.
Anggota klub yang tampaknya rata-rata masih anak sekolahan itu, tak ingin bercerita banyak. Namun mereka terlihat senang ketika serombongan turis asing tertarik dengan motor-motor mereka. Segera mereka merapikan jaket jeans birunya, dan bergaya untuk sesi foto di depan motor.
(rul/lth)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk