Bertolak dari sudut pandang itu, Koalisi 5 Komunitas yang terdiri dari IBC, Honda Vario Club (HVC) Jakarta, Mailing List Yamaha Scorpio (Milyst), Kopdar Pengicau (Kopcau), dan Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), berharap adanya langkah pasti untuk bisa menekan tingkat kecelakaan di mudik 2015.
"Kami ingin jumlah kasus kecelakaan lalu lintas jalan pada musim mudik dapat lebih ditekan. Harapannya, sekalipun ada kecelakaan tidak menimbulkan fatalitas yang buruk,β ujar ketua IBC, Harso Kurniawan, di Hotel Mercure di ajang Diskusi Manajemen Keselamatan Mudik, Sabtu (4/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kanton menerangkan kasus kecelakaan di 2014 turun 18,05% menjadi 2.878 kasus. Dengan jumlah korban meninggal dunia turun 19,08% menjadi 619 jiwa.
βUntuk mengurangi kecelakaan para pengguna jalan semestinya lebih mentaati aturan yang ada,β tegas Kanton.
Selain itu, dikatakan kecelakaan yang terjadi saat mudik paling banyak masih dipegang pengendara roda dua, mencapai sekitar 71 persen dari total kendaraan. Angka tahun 2014 itu relatif stagnan dibandingkan periode sama tahun 2013.
Perwakilan Dishub Jonter Sitohang menegaskan, pemudik dengan menggunakan sepeda motor diperkirakan masih menjadi salah isu utama. Jumlah pemudik sepeda motor tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 2.022.343 sepeda motor.
βSepeda motor sebenarnya tidak diperuntukkan untuk berkendara dalam jarak jauh. Namun masyarakat masih menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik karena alasan ekonomi dan masih kurang memadainya transportasi umum di kota tujuan,β tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?