ADVERTISEMENT
Selasa, 26 Feb 2019 13:30 WIB

Pajak Mahal, Mobil yang Sangat Bagus Jarang Dilihat di Jalanan

Luthfi Anshori - detikOto
Nissan GT-R modifikasi Foto: Khairul Imam Ghozali Nissan GT-R modifikasi Foto: Khairul Imam Ghozali
Jakarta - Sejak akhir tahun 2018 lalu Pemerintah RI berupaya membatasi impor kendaraan mewah di Indonesia. Salah satu instrumennya adalah dengan menaikkan tarif PPh 22, dari 7,5 % menjadi 10 %, juga dengan menahan Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) jenis kendaraan mewah.

Kategori kendaraan yang paling terkena dampak ini adalah mobil dengan mesin di atas 3.000 cc dan motor di atas 500 cc yang masih berstatus impor CBU (Completely Built-up).




Menanggapi kebijakan tersebut, komunitas GT-R Owner Club Indonesia (GOCI) cukup kecewa dengan pembatasan impor mobil bermesin 3.000 cc ke atas. Sebab hal tersebut dinilai bisa mematikan industri otomotif di Indonesia, khususnya mobil-mobil di segmen premium.

"Kalau menurut kami, pembatasan impor itu cuma akan mematikan industri otomotif, kecuali kita sudah ada produksi (mobil mewah) lokal itu sih nggak ada masalah," ujar Presiden GT-R Owner Club Indonesia (GOCI), Budi, kepada detikOto.

Dengan adanya pembatasan impor mobil mewah, menurut Budi banyak konsumen di segmen ini yang akan dikecewakan karena makin sulit memiliki mobil impian yang sudah didamba-dambakan.



"Intinya kasihan aja, ke depannya kita nggak bisa melihat mobil yang bagus-bagus lagi. Karena modelnya bakal berkurang. Padahal pasar mobil mewah di Indonesia besar," lanjut Budi.

Selain pembatasan mobil mewah, Budi juga menyoroti adanya kebijakan menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh), yang bisa membuat harga mobil-mobil di atas 3.000 cc makin mahal.

"Misal Nissan GT-R, harganya sekarang makin mahal, sampai Rp 4 miliaran. Padahal dulu hanya kisaran Rp 2 miliar ke Rp 4 miliar. Itu aja sudah kelihatan Nissan GT-R baru nggak ada yang masuk ke Indonesia. Karena pajak dan pembatasan itu. Jadi terlalu mahal sekarang," pungkas Budi. (lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com