Selasa, 05 Feb 2019 13:13 WIB

Pencinta Wuling Sudah Bersatu Sebelum Mobilnya Datang ke RI

Ridwan Arifin - detikOto
SUV terbaru Wuling, Almaz. Foto: Ruly Kurniawan SUV terbaru Wuling, Almaz. Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Wuling saat ini memiliki beberapa model andalannya untuk merengsek masuk di pasar otomotif Tanah Air yang didominasi pabrikan asal Jepang. Sebagai awal, model Confero S dan Cortez hadir lebih dulu, kemudian disusul Formo, dan terakhir memperkenalkan SUV Almaz.

Didukung oleh PT. SGMW (Saic General Motor Wuling) secara resmi pabrikan asal Cina ini pun memiliki wadah resmi bagi para penggunanya. Wuling Club Indonesia (WLCI) yang dideklarasikan pada 28 Oktober 2017, di Anjungan Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.


Untuk diketahui, WLCI diprakarsai oleh Hendra Susanto, pria lulusan teknik mesin yang sudah malang melintang di dunia otomotif ini mengungkapkan alasannya memilih Wuling Confero S L Plus sebagai kendaraannya.

Kebetulan detikOto berkesempatan berbincang dengan dirinya yang bertepat di sekretariat WLCI, Jl. WR. Supratman No. 3 Kp. Utan, Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang.

"Duluan clubnya daripada mobilnya, nah itu luar biasanya Wuling," buka Hendra.

"Jadi dapat desas-desus Wuling mau masuk ke Indonesia, saya bikin dulu di media sosial, Wuling Club Indonesia," kata Hendra.


Memang dunia maya menjadi motor utama terbentuknya WLCI, namun seiring berjalannya waktu serta hadirnya Confero S dan Cortez mereka akhirnya menampakkan diri ke permukaan.

"Sebagai wadah induk komunitas atau club mobil Wuling di Indonesia, kita ini menjembatani untuk berhubungan dengan APTM, kurang lebih anggota WLCI sekarang hampir 1000-an," ungkap Hendra.

"Kalau dilihat pengguna mobil Wuling itu rata-rata first buyer (pembeli mobil pertama kali) jadi mereka masih fokus klaim garansi, jadi segala sesuatu yang dimodifikasi masih dipikirkan lagi," ungkap Hendra.

Hendra mengatakan pengalamannya bekerja sebagai manager aftersales di salah satu pabrikan otomotif cina Geely menjadi alasan untuk mendirikan komunitas. Salah satunya adalah bentuk kekhawatiran terhadap kualitas produk dan aftersales pabrikan Cina.


"Dari pengalaman di Geely sebagai aftersales manager, Cina itu kurang untuk kualitas dan sisi kepuasan pelanggan, dari situ saya bikin komunitas untuk menjaga eksistensi," ungkap Hendra.

"Benefit-nya gabung di WLCI dapat undangan langsung dari APM seperti misalnya GIIAS dapat alokasi tiket untuk dibagikan ke club, selain itu juga dapat diskon servis dan spare part sebesar 5 persen di seluruh diler Indonesia," ungkap Hendra.

Ia sendiri pernah menjajal mobil merk lain. Nama besar Wuling di negara asalnya sebagai mobil terlaris, tak mungkin bila tidak mematahkan stigma. Hendra pun terdorong untuk membeli Confero S L plus di Pekan Raya Jakarta tahun 2017.

"Saya pertama kali beli mobil itu Wuling, karena selama ini saya biasanya dapat hibah atau nggak warisan. Sebelumnya juga sudah tau dari 2015, Wuling bakal masuk ke Indonesia," unkap Hendra.



"Wuling, yang saya tahu sudah bekerja sama dengan General Motor yang produksi mobil Chevrolet, jadi soal mesin jangan lihat dari brand Cina-nya," ungkap Hendra.

Pun dia merasa puas dengan apa yang dihadirkan Wuling di Tanah Air. Namun dirinya mengungkapkan kegelisahan dengan meningkatnya pembeli namun tidak diiringi layanan purna jual yang signifikan.

"Ini yang saya bingung sebenarnya, tapi saya positif thinking aja, mungkin saat ini mereka sedang membangun, kalau tidak bakalan sama dengan pabrikan Cina sebelumnya," ungkapnya.

Terlebih saat ini pengguna mobil Wuling semakin meningkat, hingga akhirnya WLCI hadir diberbagai daerah.


"Chapter kita anggap sebagai club, jadi kita berharap mereka bisa mandiri, mengatur member dan kultur di member tersebut, dan tidak tergantung dengan pusat," tutur Hendra.

"Ke depan kita akan buat per regional, jadi nanti ada Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur ibaratnya gubernur yang diambil dari masing-masing club," ungkapnya. (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed