Senin, 25 Jun 2018 07:18 WIB

Ini Cara Lain Jadikan Pengendara Patuh Aturan Tanpa Tes Psikologi

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Ilustrasi tes psikologi untuk SIM (Foto: Kiagoos Auliansyah) Ilustrasi tes psikologi untuk SIM (Foto: Kiagoos Auliansyah)
Jakarta -

[Gambas:Video 20detik]



Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) nantinya bukan hanya dites keterampilan mengemudi dan aturan-aturan lalu lintas, namun juga ada tes psikologi. Namun tanpa adanya tes psikologi, komunitas mengaku siap menularkan perilaku berkendara yang baik dan benar.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Velozity Bambang Bangun Wibowo. Menurut pengguna mobil Toyota Veloz ini dengan pengetahuan yang dimiliki oleh para komunitas yang sering berdiskusi dan belajar mengenai safety driving ataupun perilaku berkendara yang baik dan benar, tes psikologi untuk mendapatkan SIM mungkin tidak perlu dilakukan.



Karena, dari pengetahuan tersebut, masing-masing komunitas dirasa mampu menularkannya kepada keluarga, kerabat, ataupun lingkungan sekitarnya, sehingga mereka yang minim pengetahuan tentang perilaku berkendara yang benar sudah punya bekal yang cukup.

"Mudah-mudahan kedepannya dengan banyaknya komunitas ini, banyak juga pengetahuan yang dapat ditularkan kepada keluarga, dan mungkin kerabat, lingkungan, sehingga psikotes itu tidak perlu dilakukan untuk pemohon SIM pribadi," ujar Bambang saat ditemui dalam acara Halal Bihalal Toyota Owners Club (TOC), di Jakarta, akhir pekan lalu.

Namun meski demikian, tes psikologi yang akan diterapkan tersebut bukan berarti tidak ada manfaatnya. Lanjut Bambang menjelaskan, pihak kepolisain pasti punya alasan positif tertentu dengan menerapkan tes psikologi tersebut.

"Mungkin ini kebijakan dari Polda, untuk meningkatkan kualitas dari pengguna jalan itu sendiri, tentu ada alasan tertentu kenapa harus ada psikotes," lanjutnya.



Polda Metro Jaya sendiri harusnya hari ini (25/6/2018) memulai pelaksanaan uji psikologi untuk pemohon SIM, namun ditunda oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis. Idham meminta rencana tersebut dikaji terlebih dahulu.

Perintah Idham kepada jajaran itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat (22/6/2018) lalu. Menurut Argo, Kapolda berharap dengan adanya penundaan itu, sistem tes psikologi dapat berjalan maksimal.

"Berkaitan dengan rencana Polda Metro melakukan tes psikologi bagi pemohon SIM mulai hari Senin besok, sesuai perintah bapak Kapolda pelaksanaan ditunda karena masih dikaji lebih lanjut berkaitan dengan sistem agar memperoleh hasil yang maksimal," ujar Argo.

Infografis Tes PsikologiInfografis Tes Psikologi Foto: Nadia Permatasari



(khi/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed