Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Rabu 31 Januari 2018, 14:55 WIB

Komunitas Minta Mitsubishi Investigasi Kecelakaan Pajero Sport

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Komunitas Minta Mitsubishi Investigasi Kecelakaan Pajero Sport Foto: Pajero Indonesia One
Jakarta - Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan oleh Rizky Riando mengalami kecelakaan di tol Merak, pada hari Minggu, 28 Januari 2018. Komunitas tempat Rizky bernaung, Pajero Indonesia ONE (PI-ONE) meminta Mitsubishi ikut menyelidiki penyebab kecelakaan.

"Kami telah berkirim surat secara resmi kepada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) selaku APM (Agen Pemegang Merek) Mitsubishi di Indonesia untuk melakukan pengecekan/investigasi atas kendaraan untuk mendapatkan informasi teknis yang akurat agar tidak ada berita yang simpang
siur," ujar Humas & Media Pengurus Nasional Pajero Indonesia ONE (PI-ONE), Iskandarsyah.


Saat kecelakaan, ada 2 penumpang yakni Ali Imron Wahyudi dan Zulkarnaen Manan. Kecelakaan tunggal ini menyebabkan Rizky Riando yang akrab disapa Kiki meninggal dunia dan dua penumpang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan di RS. Mayapada Tangerang dan RSPI Pondok Indah.

"Ketiga anggota kami tersebut dalam perjalanan pulang ke Bandar Lampung setelah selesai mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RakorNas) 2018 dan Pengukuhan Kepengurusan 3 Chapter PI-ONE di Tangerang. Terkait kecelakaan, hingga saat ini kami tegaskan bahwa kami belum bisa memastikan sebab kecelakaan tunggal ini," ujarnya.

Menurut dia di lokasi kecelakaan terdapat beberapa fakta seperti kondisi mobil yang cukup parah karena menabrak pohon sebanyak 2 kali, tidak terlihat jejak pengereman dilokasi kejadian. Kemudian ada angin cukup kencang di sekitar lokasi dan saat kejadian, serta kecepatan sekitar 100km/jam sebagaimana terlihat di spedometer di kendaraan anggota PI ONE yang lain yang berada di belakang kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Kendaraan juga keliatan agak limbung/oleng sebelum kejadian, ketika terjadi kecelakaan, kedua penumpang dalam kondisi tertidur sehingga tidak mengetahui proses terjadinya kecelakaan. Serta airbag berfungsi namun didapati dalam kondisi pecah.

"Bahwa dari fakta-fakta tersebut di atas, kami berharap tidak ada kesimpulan prematur dari pihak manapun selain dari pihak yang mempunyai otoritas dan
kewenangan atas hal tersebut," ujarnya.

"Kami juga sangat menyesalkan dan menyayangkan bahwa pada saat musibah ini terjadi, dimana banyak masyarakat yang ikut datang di lokasi kecelakaan,
berujung pada fakta hilangnya barang-barang berharga milik almarhum dan kedua korban yang lain. Sungguh ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji
dan untuk itu kami telah melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib dan semoga barang-barang yang hilang bisa ditemukan," ujarnya. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed