Salah satu angota 3C yang menjadi sweeper perjalanan, Tribudi Widodo mengaku, mayoritas jalanan di Malaysia yang sempat dilewatinya tergolong mulus. Meski cuaca hujan, mereka bisa tetap melajukan kendaraannya tanpa khawatir ada lubang di jalan.
"Terus terang 98 persen jalanannya mulus di Malaysia," ujar Tri di Jakarta, Selasa (13/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pontianak ke Entikong itu jalur paling berat dan itu jalannya paling lama. Rusaknya 20 km jalanan tanah, batu, lubang itu medan paling berat. Untungnya pada waktu kita lewat itu enggak hujan. Kalau hujan lebih parah lagi," ujarnya.
Meski ada peraturan pembatasan kecepatan di Malaysia, Tri bersama rekanya masih ingin menggeber Captiva dengan kecepatan tinggi. Bahkan, mereka sempat menyentuh kecepatan 150 km/jam.
"Tapi kalau ada sign di depan ada kamera speed limit, kita mulai turunin. Kita speed-nya rata-rata bisa 90 km/jam rata-rata loh ya. Bisa juga 140 150, kalau masuk kota kita turunin," lanjutnya.
Ketua Pelaksana Turing Tiga Negara, Budi Harnata mengaku, saking mulusnya jalanan di dua negara tersebut, fitur cruise control yang terdapat pada Captiva bisa digunakan di sana. Padahal, jika dikendarai di Jakarta fitur itu tidak pernah bisa digunakan karena alasan kemacetan.
"Di Brunei ada kisah uniknya. Selama ini kan ada cruise control di Captiva, tapi enggak bisa dipakai di Jakarta. Akhirnya kita bisa gunakan di sana. Kita atur kecepatannya, kaki kita tinggal santai aja," kata Budi.

Untuk membatalkan cruise control tinggal menginjak rem dan mobil akan kembali seperti semula.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Viral Pemotor Maksa Lawan Arah, Nggak Dikasih Lewat Malah Ngamuk!