2 Komunitas Proton di Indonesia yakni Proton Club Indonesia (PCI) dan Exora Owner Club Indonesia (EOCI) dengan bantuan PT Proton Edar Indonesia mengajak pemilik Proton di Malaysia dan Singapura untuk mengikuti baksos. Malaysia mengirimkan 7 anggotanya dan 3 perwakilan dari Singapura ikut datang.
Baksos digelar pada akhir pekan ini pada 23-24 Juli 2011 dengan mengumpulkan dan memberikan bantuan kepada Yayasan Jabal Thariq, subang, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan memberikan peralatan sekolah, kesehatan, sembako, peremajaan saluran air, Proton bersama klub-klub Proton yang turut andil didalamnya pun memberikan bibit ikan lele dan bibit pohon. Hal ini pun bertujuan agar Yayasan anak yatim piatu ini mampu berdikari.
"Saya terima kasih kepada klub-klub yang telah membantu proton, agar pelaksanaan CSR dan bersilaturahmi ini dapat berjalan dengan baik," tambah Gunther sambil tersenyum.
Agar Program CSR yang diselenggarakan Proton bersama klub-klub Proton ini pun diperkirakan menghabiskan dana hingga Rp 40 Juta.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih, ini sudah kesekian kalinya klub Proton membantu kami. Semoga semua bantuan yang diterima kami dapat bermanfaat untuk kami," kata Imas, Kepala Yayasan anak yatim piatu, yang memiliki 65 anak anak yatim piatu.
"Ini memang acara CSR kami, karena kami merasa selalu ada ikatan batin dengan para anak-anak yatim. Dan pada hari ini sebelum kami menyambut bulan ramadhan, kami mencoba bersilahturahmi dengan para anak yatim dan sesama Klub proton. Dan mudah-mudahan kami selalu bisa membantu," ujar Ketua Umum Proton Club Indonesia (PCI) Iwan Eka Nugraha.
"Sebelumnya kami pernah mengadakan family gathering di Malaysia, dan kami mengundang klub Proton Indonesia. Dan klub-klub di Indonesia mendukung kami. Dan sekarang saatnya kami untuk mendukung acara klub-klub proton yang ada di Indonesia," kata Nizam (38) perwakilan klub Proton dari Malaysia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes