Jumat, 26 Jul 2019 16:57 WIB

Kebanyakan Rumah Orang RI Belum Sanggup Ngecas Mobil Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi pengecasan mobil listrik. Foto: Dadan Kuswaraharja Ilustrasi pengecasan mobil listrik. Foto: Dadan Kuswaraharja
Tangerang - Pemerintah sedang menyiapkan regulasi kendaraan listrik. Beberapa pihak melakukan studi terkait kendaraan listrik untuk digunakan di Indonesia, termasuk melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.

Kepala Program Kendaraan Elektrik Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi, mengatakan pelanggan listrik rumahan yang memiliki daya di atas 2.200 VA itu masih sedikit. Data yang ia paparkan, pelanggan listrik di atas 2.200 VA cuma di bawah 6,4 persen.


"Padahal, kalau kita baca speknya kendaraan plug-in hybrid minimal harusnya 3.300 VA listriknya, kalau nggak, nggak bisa cas," kata Agus dalam acara Seminar Gaikindo Future Powertrain Technology Scenario di arena GIIAS 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (25/7/2019).

SPLU juga masih terbatasSPLU juga masih terbatas. Foto: Rizki Pratama/detikOto


Apalagi, mobil lebih banyak diparkir di rumah semalaman setelah dipakai siang hari. "Parkir, tengah malam lebih dari 8 jam sehingga ngecas paling ideal ya di rumah. Minimal harus bisa di rumah, baru kemudian di tempat kerja atau di public," sebut Agus.


Agus juga menyinggung soal teknologi kendaraan elektrifikasi yang terkesan mewah. Dengan terkesan mewah, maka pembeli kendaraan elektrifikasi termasuk hybrid, plug-in hybrid hingga kendaraan listrik sepenuhnya hanya menyasar kalangan menengah ke atas.

"Kalau menengah ke atas pembelinya paling terbatas," katanya.

Simak Video " Keren! Kursi Mobil Ini Fleksibel Banget"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com