Kamis, 18 Jul 2019 19:41 WIB

Mitsubishi Ingin Indonesia Lebih 'Hijau'

Luthfi Anshori - detikOto
Mitsubishi saat merilis Outlander PHEV di arena GIIAS 2019 Foto: Ari Saputra Mitsubishi saat merilis Outlander PHEV di arena GIIAS 2019 Foto: Ari Saputra
Tangerang - Lahirnya Outlander PHEV di Indonesia tidak hanya sebagai satu cara Mitsubishi memperkenalkan mobil ramah lingkungan mereka di Indonesia. Namun Mitsubishi juga berharap Indonesia bisa menjadi lebih hijau alias lebih ramah lingkungan.

"Dengan kami perkenalkan Outlander PHEV, kami ingin mensosialisasikan Start Now Project bersama Outlander PHEV yang menjadi landasan dalam memberikan kontribusi untuk lingkungan Indonesia yang lebih baik," kata Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura, di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di ICE, BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019).

Mitsubishi Outlander PHEVMitsubishi Outlander PHEV Foto: Ari Saputra


Sehingga dirinya berkeinginan masyarakat ikut berpartisipasi, dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia.

"Dengan hadirnya project ini, MMKSI mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di Indonesia dan menunjuk Nadine Chandrawinata dan Dimas Anggara sebagai brand ambassador START NOW Project," ujarnya.



Mitsubishi Outlander PHEV mengusung mesin bensin 2.4 liter. Mesin itu dikombinasi dengan motor listrik yang punya tenaga 60 kW di roda depan dan 70 kW pada roda belakang. Soal tenaga, mesin konvensional bisa memuntahkan tenaga maksimal 132,8 dk dengan torsi 211 Nm.

Mitsubishi Ingin Indonesia Lebih 'Hijau'Foto: Ari Saputra


Outlander PHEV dikatakan menjadi salah satu mobil plug-in hybrid yang unik, sebab memiliki tiga mode berkendara, yakni mode EV, mode HEV, dan juga mode Parallel Hybrid.

Soal mode berkendara Outlander PHEV, pada mode EV mobil akan bergerak dari tenaga baterai yang dikirimkan ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang.

Selanjutnya pada mode HEV (Hybrid Electric Vehicle), saat baterai berkurang, maka mesin akan membantu baterai agar memiliki kapasitas baterai yang stabil. Sehingga baterai akan tetap menyuplai tenaga ke motor listrik yang terdapat pada roda depan dan belakang. Artinya, mesin konvensional akan berperan mirip generator.

Sementara pada mode Parallel Hybrid, sistem ini berfungsi di saat pengendara membutuhkan tenaga lebih. Misal ketika baterai mulai berkurang, maka mesin konvensional akan tetap menjaga pasokan baterai, dan baterai akan memberikan energi pada motor listrik yang berada pada roda depan dan belakang.

Pada sistem Mode Parallel Hybrid, mesin konvensional juga berperan memberikan energi langsung pada motor listrik tidak melalui baterai.

Simak Video "Menjajal Outlander PHEV, Mobil Ramah Lingkungan Mitsubishi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed