Senin, 13 Agu 2018 11:09 WIB

Toyota Datang ke GIIAS bukan untuk Jualan

Akfa Nasrulhak - detikOto
Foto: Dadan Kuswaraharja Foto: Dadan Kuswaraharja
Tangerang - Ajang pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) sering dipersepsikan menjadi ajang jualan bagi sebagian orang. Namun, Toyota sendiri ingin mencoba mengembalikan sebuah esensi dari pameran otomotif.

Selain saling unjuk gigi memamerkan produk-produk andalannya, para produsen mobil juga berlomba mempercantik boothnya, termasuk Toyota yang memang tanpa memboyong produk baru ke arena pameran.

"GIIAS ini kan sebetulnya bukan buat ajang jualan, jadi kan ajang jualan itu kan lebih kayak mereka pameran di moving exhibition, atau pameran depan Giant, atau yang lainnya itu kan betul-betul jualan, ada targetnya. Kalaupun kita memberikan budget untuk jualan di sana, itu memang kita targetkan, karena di sana memang tugasnya untuk jualan. Kalau di GIIAS sih memang ada target (penjualan), tapi sebetulnya di GIIAS ini lebih ke tujuannya untuk image, pendidikan, bahwa kita itu punya kendaraan listrik. Kita itu punya hybrid, teknologi hybrid kita seperti apa. Karena kan bisa dilihat di booth kita itu banyak seperti i Concept, i-Walk dan lainnya itu semua kita lakukan costnya besar loh," ujar ujar General Manager Toyota Astra Motor, Lina Agustina saat ditemui wartawan di arena GIIAS 2018.

Toyota sendiri memiliki cara yang unik untuk menarik minat para pengunjungnya. Dengan membuat tema-tema yang sesuai dengan mobil yang dipajang.

Seperti area mobil yang bertemakan sport, semuanya dalam satu area dengan menambahkan fasilitas sepeerti tempat duduk yang nyaman. Atau mobil Avanza yang berada di tema yang homy, dengan memodifikasi Avanza menjadi mobil untuk kemah. Oleh karena itu, Toyota hanya membawa beberapa mobil saja yang sesuai dengan tema-tema untuk dapat dimodifikasi.

"Jumlah mobil yang dipajang tahun ini, itu tidak sebanyak yang dipajang tahun lalu. Tahun ini kan bisa dilihat punya tema-tema yang membuat costumer itu bisa lebih related dengan temanya masing-masing. Jadi ada tema yang homy, ada sofa, ada tempat seperti ruang keluarga, di situ ada mobil sesuai temanya," papar Lina.

Toyota Car For Tree

Di kesempatan sama, Lina mengatakan PT Toyota Astra Motor (TAM) juga mewujudkan komitmennya untuk berbagi lewat program Car For Tree yang sudah berlangsung selama lebih dari 8 tahun untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Program ini tak hanya sekedar menanam pohon untuk penghijauan, TAM secara bertahap juga memperluas cakupan program Car for Tree ke seluruh wilayah Indonesia seperti melalui pemberdayaan petani, pelestarian terumbu karang dan memfasilitasi pengembangan budaya maritim, serta pembinaan budaya aman berkendaraan sejak usia dini.

"Tak hanya di sisi produk, teknologi, dan layanan, improvement yang dilakukan TAM juga menyentuh berbagai kegiatan corporate social responsibility (CSR). Selain memiliki komitmen penuh pada pengembangan usaha yang baik dan sehat layaknya sebuah entitas bisnis, TAM juga memiliki kepedulian dalam perbaikan masyarakat dan lingkungan demi membangun Indonesia yang lebih baik, salah satunya melalui implementasi program Car for Tree," ujar Lina.



Car for Tree merupakan program lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat dari TAM sebagai wujud kontribusi perusahaan bagi upaya-upaya pencegahan pemanasan global, termasuk melalui aktifitas pendidikan guna meningkatkan pemahaman tentang konsep ramah lingkungan.

Program yang melibatkan Toyota dan jaringan penjualannya ini, dilaksanakan dengan menyisihkan sebagian profit penjualan mobil untuk mendukung program konservasi lingkungan melalu penanaman pohon.

Implementasi program Car for Tree dimulai pada tahun 2010 dengan membangun Toyota Eco Island di Taman Impian Jaya Ancol. Kemudian program ini berlanjut dengan program revitalisasi Taman Semanggi Jakarta pada tahun 2014. Sejak tahun lalu, TAM berkomitmen memperluas cakupan program Car for Tree ke daerah-daerah berdasarkan potensi lokal yang dimiliki dan tantangan lingkungan yang sesuai dengan daerahnya, serta tidak hanya terfokus kepada penanaman pohon.

Adapun wujud dari improvement Car for Tree tersebut diantaranya program Toyota Organic Village yang diresmikan di Demak, Jawa Tengah pada tahun 2017 lalu juga saat ini membuahkan hasil. Para petani sudah melakukan 4 kali panen raya dan berhasil menghasilkan 200 ton beras dari lahan 50 ha. Petani turut merasakan manfaatnya karena keuntungan naik hingga 10 persen namun biaya produksi mampu ditekan 30 persen.

Selain itu adapula program Pinisi Bagi Negeri di Makassar yang wilayahnya memiliki potensi dalam bidang kemaritiman. Program ini dilakukan dengan menanam terumbu karang di sekitar Pulau Samalona sebagai bentuk pelestarian lingkungan perairan dan mencegah kerusakan terumbu karang yang lebih luas di masa depan.

Dan terakhir program ketiga dari Car For Tree ini adalah pada tahun lalu di luar Jakarta dilakukan proyek revitalisasi Taman Lalu Lintas Bandung seluas 3,5 ha di mana TAM mendonasikan dana senilai Rp 9,2 miliar. Revitalisasi taman ini memiliki visi untuk menjadi fasilitas pendidikan dini, khususnya anak-anak, mengenai tata tertib berlalu lintas, baik secara experimental learning maupun teori. Selain itu, juga dilengkapi fasilitas rekreasi keluarga dan ruang terbuka hijau sebagai paru-paru di tengah kota bandung.



"Taman lalu lintas Bandung memiliki nilai historis bagi masyarakat kota Bandung dan hingga saat ini merupakan salah satu tempat favorit anak-anak dan menjadi salah satu wisata kota Bandung. Kami berharap, program ini dapat berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di kota Bandung dan sekitarnya," ujar Ketua Pembina Taman Lalu Lintas Bandung, Prof. Yul Yunazwin yang hadir dalam kesempatan tersebut.



Cek video Toyota Pamerkan Mobil Masa Depan

[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed