Rabu, 08 Agu 2018 17:36 WIB

Brasil Punya BBM Ethanol, Indonesia Ingin Terapkan Biodiesel 100

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pabrik Minyak Kelapa Sawit di Banten. Foto: Jhoni Hutapea Pabrik Minyak Kelapa Sawit di Banten. Foto: Jhoni Hutapea
Tangerang - Indonesia akan menerapkan campuran bahan bakar nabati 20 persen dalam solar atau biodiesel 20 persen (B20). Ke depan, kandungan bahan bakar nabati akan terus ditambah hingga 100 persen. Bahkan, ditargetkan bisa diterapkan Biodiesel 100 (B100).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto, mengatakan pemerintah tak hanya menyiapkan regulasi soal kendaraan ramah lingkungan. Lebih dari itu, pemerintah juga menginginkan penerapan BBM B100.

"Jika melihat negara lain seperti Brasil, mereka bisa membuat (bahan bakar) ethanol 100. Kami berharap Indonesia juga bisa menjadi trendsetter untuk memproduksi Biodiesel 100," kata Harjanto dalam acara Gaikindo International Automotive Conference di arena GIIAS 2018 di ICE, BSD, Tangerang, Selasa (7/8/2018) kemarin.



Harjanto mengatakan, menurut informasi yang ia dapat, performa bahan bakar B100 juga jauh lebih baik dibandingkan bahan bakar fosil. Cetane number di B100 juga lebih baik.



"Cetane number dalam (bahan bakar dari) minyak bumi hanya 40-52. Tapi green diesel (B100) 70-90. Dalam hal sulfur juga sangat baik, karena kami mendapatkan minyak dari tanaman," kata Harjanto.

Menurutnya, BBM B100 juga sudah memenuhi syarat standar emisi Euro4. Tentu hal ini sejalan dengan standar yang akan diterapkan di Indonesia.


Simak Video 'Tidak Hanya Mobil, SPG Ini Juga Bikin Betah Berlama-lama di GIIAS 2018':

[Gambas:Video 20detik]


Brasil Punya BBM Ethanol, Indonesia Ingin Terapkan Biodiesel 100
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed