Rabu, 08 Agu 2018 10:30 WIB

Pabrikan Korea Dikompor-kompori Bikin Pabrik di Indonesia

Ruly Kurniawan - detikOto
Hyundai Santa Fe. Foto: Rachman Haryanto
Tangerang - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai, masih ragu-ragu untuk menggelontorkan investasi lebih besar di Indonesia. Sampai saat ini mereka masih mengandalkan impor untuk menjual produknya di dalam negeri. Namun setelah melakukan berbagai diskusi, Hyundai memberikan sinyal lampu hijau untuk membuat pabrik di Indonesia.

Hal tersebut dipaparkan Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Korsel, Jongkie D Sugiarto, di area Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, ICE BSD, Tangerang belum lama ini. Tapi tak dipaparkan secara detail terkait kapan dan jumlah investasi Hyundai nantinya.



"Di sini kami diskusi. Pasar Indonesia itu besar, pelajari saja kalau memang perlu. China saja sampai berani investasi sampai USD 700 juta, masak mereka nggak berani padahal sudah duluan masuk Indonesia. Ya seperti itulah, kami kompor-kompori," papar Jongkie.

Inisiasi investasi di Indonesia tersebut berlaku kepada semua sektor mulai dari bisnis sepatu, komponen, sampai pabrikan otomotif.

"Kami mendukung penuh kalau mereka ingin investasi. Kami juga bantu mencarikan lahan-lahan dan memberikan informasinya seperti data pasar, jenis mobil yang laku di pasaran, harga tanah di sini, dan lainnya. Nanti mereka yang akan menentukan," ucap Jongkie.

"Sekarang aspek-aspek yang dipertanyakan tadi sedang dipelajari. Tapi kami sudah memberikan informasi-informasi yang mereka perlukan. Kita tunggu saja sampai mereka bilang oke," tambahnya.



Jongkie juga memaparkan hal-hal lainnya yang membuat pabrikan asal Korea Selatan semangat untuk melakukan investasi di Indonesia, salah satunya membuat pabrik.

"Tadi saya beri masukkan bahwa labor cost (biaya tenaga kerja) di Korea itu meningkat tiap tahunnya. Kalau dia masih bertahan untuk berjualan di Indonesia dengan skema impor, mereka akan kalah dengan yang produksi di dalam negeri. Karena harganya akan jauh lebih mahal," paparnya.

"Jadi mereka harus cari production base di luar sebagaimana yang dilakukan China ataupun Jepang beberapa puluh tahun kebelakang. Labor cost itu soalnya berpengaruh sekali terhadap harga jual," tutupnya.


Gak Cuma K-Pop, SUV Asal Korea Ini Ganteng Juga Loh, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


Pabrikan Korea Dikompor-kompori Bikin Pabrik di Indonesia
(ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com