Lantas apakah nasib mobil desa akan lebih cerah dari mobil nasional sebelumnya? Otak di balik pembuatan mobil desa ini adalah Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) Sukiyat. Sukiyat juga dulu merupakan pelopor mobil Esemka yang pernah digunakan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebaga wali Kota Solo.
Baca juga: Jokowi Yakin Mobil Ndeso Bisa Sukses |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Joko Widodo juga mengingatkan pelaku industri otomotif agar tetap bekerja keras dengan inovasi, apalagi saat ini ada tiga tantangan besar, yakni semakin meluasnya fenomena mobil listrik, disrupsi teknologi dan perubahan siklus pasar otomotif global.
AMMDes merupakan program Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin RI) yang sejalan dengan semangat Nawa Cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari wilayah terluar, serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis melalui penyediaan AMMDes.
Baca juga: Airlangga Jadi Sopir Mobil Desa untuk Jokowi |
Tidak seperti Esemka, AMMDes didesain, dikembangkan, dan diproduksi oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang merupakan anak perusahaan PT Velasto Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu unit usaha PT Astra Otoparts Tbk. Melalui KMWI, AMMDes memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di pedesaan dan memobilisasi hasil produksi di desa.
Dengan fungsi tersebut, AMMDes memiliki tiga tipe yaitu tipe fix bin dengan power take off (PTO-mengambil tenaga dari sumber lain dan mentransmisikan energi tersebut untuk aplikasi lain), tipe fixed bin dengan ALSINTAN dan tipe flat deck atau passenger dengan PTO. Untuk unit AMMDes yang memiliki fasilitas PTO yang terintegrasi dapat diaplikasikan dengan pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator dan berbagi peralatan lainnya.
AMMDes memiliki tingkat kandungan komponen lokal mencapai 70%, KMWI melibatkan 71 vendor yang meliputi vendor lokal sebanyak 69 vendor (38 IKM; 15 Astra; 16 non Astra) serta 2 vendor asing untuk menyediakan 189 komponen penyusun AMMDes.
Sementara Esemka kini diurus oleh perusahaan milik mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono. Namun sampai sekarang mobil itu belum kelihatan bentuknya seperti apa sekarang. Esemka pun belum pernah menapak lantai GIIAS seperti halnya mobil desa.
Bagaimana menurut Otolovers, mobil desa bakal lebih booming dari Esemka? (khi/ddn)
Komentar Terbanyak
Begini Pengakuan Polisi Sopir Rantis yang Lindas Affan Kurniawan
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali