Wah, Mobil Bensin Emisinya 5x Lebih Banyak Dibanding Diesel

Wah, Mobil Bensin Emisinya 5x Lebih Banyak Dibanding Diesel

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Minggu, 20 Agu 2017 16:11 WIB
Wah, Mobil Bensin Emisinya 5x Lebih Banyak Dibanding Diesel
Foto: Ari Saputra
Tangerang - Banyak mobil diesel yang tidak dirawat kadang mengeluarkan asap hitam. Tapi jangan salah, meski ngebul seperti itu, emisi yang dikeluarkan tetap lebih rendah, seperlima dari emisi yang dikeluarkan mobil bensin!

"Ya kalau kita lihat mobil diesel ngebul, terus kita bilang 'Waduh kotor!' Itu salah. Itu salah satu komponen saja, partikulat namanya, emisi diesel itu seperlimanya bensin," ujar ahli mesin dari ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dalam Diesel Talk di booth Pertamina, di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show, Minggu (20/8/2017).

"Ya itu hanya penampakan asapnya saja yang hitam. Tapi kalau ditotal, emisinya itu seperlima dari bensin. Jadi bensin itu mesin pembunuh yang tidak kelihatan, silent killer," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya soal hal ini, dia mengatakan pada dasarnya emisi kendaraan yang dihitung menurut aturan pemerintah adalah emisi gas CO (karbon monoksida), gas yang membuat orang ngantuk dan ketiduran di mobil dan bisa menyebabkan kematian kalau berada di mobil yang tertutup, kemudian ada HC atau bahan bakar yang tidak terpakai, NOx yang datang dari udara, kemudian terakhir adalah partikulat atau PM10, kotoran mesin.

"Kalau ditotal untuk emisi ngukurnya kan pakai gram per km, untuk menempuh km yang sama bensin menghasilkan emisi yang lebih banyak 5 kali lipat, kenapa bisa begitu, di mesin diesel kan yang pertama dimasukkan udara, kemudian bahan bakarnya belakangan dengan takaran tertentu. Kalau bensin dia kan diampur dengan udara. Kalau kita lihat perbandingan udara dan bahan bakar saja, bensin kan 14,7:1, sedangkan diesel antara 27-25:1, jadi diesel lebih sedikit. Karena bahan bakar sedikit, otomatis emisinya lebih sedikit," jelasnya panjang lebar.

Asap hitam yang muncul merupakan hasil pembakaran tak sempurna. Bahan bakar menurut dia terdiri dari unsur hidrokarbon. Saat bereaksi unsur hidrogen bereaksi dengan udara menjadi H2O, sementara unsur karbon (C) karena belum bereaksi itulah yang keluar menjadi asap hitam.

"Hal ini bisa terjadi kalau setingan mesin nggak bener. Ada asapnya karena perawatan gak benar, tidak uji emisi, di kita ada KIR tapi nggak ada uji emisi. Sementara di Thailand dan Singapura misalnya, mobil diesel relatif lebih bersih karena sering dirawat," ujarnya.




(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads