"Ya kalau kita lihat mobil diesel ngebul, terus kita bilang 'Waduh kotor!' Itu salah. Itu salah satu komponen saja, partikulat namanya, emisi diesel itu seperlimanya bensin," ujar ahli mesin dari ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dalam Diesel Talk di booth Pertamina, di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show, Minggu (20/8/2017).
"Ya itu hanya penampakan asapnya saja yang hitam. Tapi kalau ditotal, emisinya itu seperlima dari bensin. Jadi bensin itu mesin pembunuh yang tidak kelihatan, silent killer," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ditotal untuk emisi ngukurnya kan pakai gram per km, untuk menempuh km yang sama bensin menghasilkan emisi yang lebih banyak 5 kali lipat, kenapa bisa begitu, di mesin diesel kan yang pertama dimasukkan udara, kemudian bahan bakarnya belakangan dengan takaran tertentu. Kalau bensin dia kan diampur dengan udara. Kalau kita lihat perbandingan udara dan bahan bakar saja, bensin kan 14,7:1, sedangkan diesel antara 27-25:1, jadi diesel lebih sedikit. Karena bahan bakar sedikit, otomatis emisinya lebih sedikit," jelasnya panjang lebar.
Asap hitam yang muncul merupakan hasil pembakaran tak sempurna. Bahan bakar menurut dia terdiri dari unsur hidrokarbon. Saat bereaksi unsur hidrogen bereaksi dengan udara menjadi H2O, sementara unsur karbon (C) karena belum bereaksi itulah yang keluar menjadi asap hitam.
"Hal ini bisa terjadi kalau setingan mesin nggak bener. Ada asapnya karena perawatan gak benar, tidak uji emisi, di kita ada KIR tapi nggak ada uji emisi. Sementara di Thailand dan Singapura misalnya, mobil diesel relatif lebih bersih karena sering dirawat," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini