EMI beralasan pihak Jepang sebagai principal menilai Indonesia kurang aman jika mobil menggunakan soft top.
"Kita nggak akan bawa yang soft top jadi kan dulu 14 Maret kita kan soft top, karena kebetulan mobil yang ada soft top dan memang untuk Indonesia, untuk ASEAN itu dikasihnya hard top," ungkap Direktur Penjualan, Pemasaran dan PR EMI, Ricky Thio di pameran GIIAS, Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal harga EMI belum membocorkan mobil tersebut akan dijual dengan banderol berapa. Namun meski belum ada harganya, kata Ricky, selama pameran GIIAS saja sudah ada yang memesan.
"Udah ada, saya udah bilang 'Pak, ini belum ada harganya', 'nggak masalah, saya mau beli'. Mau kasih DP 50 juta ya it's okay, taruh nama, nomor telepon, alamat, DP Rp 50 juta," beber Ricky.
"Karena orang suka ya mobil begituan eksotis kan, jadi dia main order aja, buat koleksi kali. Harganya kira-kira ya mungkin sekitar Rp 30-40 juta lebih mahal range harganya nggak sampai Rp 800 juta, di bawah Rp 800 juta," jelas Ricky. (dry/rgr)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?