Berita Otomotif Terbaru Dalam Dan Luar Negeri
Kamis 17 Agustus 2017, 08:25 WIB

Pandangan Bos Daihatsu Soal Mobil Listrik

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pandangan Bos Daihatsu Soal Mobil Listrik Foto: Ari Saputra
Tangerang - Pemerintah Indonesia mulai mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Presiden Joko Widodo juga telah memberikan lampu hijau terkait pengembangan mobil listrik.

Diharapkan, mobil listrik yang lebih ramah lingkungan karena tidak ada emisi yang dikeluarkan ini bisa diterima masyarakat Indonesia. Harapannya, pada 2025 nanti sebanyak 20 persen dari total penjualan mobil di Indonesia atau sekitar 400 ribu unitnya adalah mobil listrik. Lantas apa tanggapan Daihatsu?

"Sekarang ini sedang dipikirkan. Semua kan sekarang berbicara mobil listrik. Pak Menteri (Perindustrian Airlangga Hartarto) bilang diharapkan 2025 ada 20 persen atau 400 ribu mobil listrik, asumsinya penjualan 2 juta unit. Masing-masing brand ini sedang studi mobil listrik ini. Karena ini untuk produksi massal. Di Jepang sendiri kan sudah ada dua merek yang sudah bikin (mobil listrik), tapi volumenya tidak naik," kata Wakil Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR di arena GIIAS 2017 di ICE, BSD City, Tangerang.

Sudirman sendiri memiliki pandangan tersendiri tentang mobil listrik. Setidaknya, menurut Sudirman, ada lima hal yang perlu dipikirkan dari mobil listrik sebelum benar-benar diluncurkan secara massal.

"Tentang mobil listrik ini pertama tunggu sampai betul-betul mendapatkan teknologi membuat baterai yang betul-betul tahan lama. Begitu dicas tahan untuk berapa ratus kilometer. Kedua kecepatan chargingnya. kalau orang tunggu empat jam untuk charging kan lama," kata Sudirman.

Ketiga, lanjutnya, kekuatan baterainya. Misalnya baterai itu bisa sampai berapa tahun dipakai. "Kalau tiap bulan diganti kan mahal baterainya," kata Sudirman.

Yang keeempat, sambungnya, harganya mobil listrik itu terjangkau atau tidak. Sudirman mengambil contoh mobil listrik Tesla yang dijual di Indonesia harganya sampai miliaran rupiah.

"Yang bikin mahal itu pasti komponen baterainya. Kemudian yang kelima bagaimana recycling baterai bekasnya. Kita berharap ditemukan teknologi baru ini semoga betul-betul terwujud," ucap Sudirman.

Daihatsu, kata dia, sedang mempelajari mobil listrik, terutama di Jepang bersama Toyota. Namun, menurut Sudirman tahap sekarang mungkin masih hybrid dulu sebelum lompat ke mobil listrik.

"Mobil listrik itu feasibel, tapi butuh waktu. Sekarang masih studi karena 5 faktor tadi," ucap Sudirman. (rgr/lth)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed