Wintor diperkuat dengan mesin diesel bertenaga 10 hp dengan konsumsi solar 0,5 liter per jam. Mobil hanya bisa memuat 2 orang dengan daya angkut 400-500 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
86 Persen komponen lokal mobil sudah diproduksi di Indonesia. Saat ini Wintor telah digunakan sebagai alat angkut kelapa sawit di berbagai perusahaan perkebunan sawit di Indonesia.
Proses desain dan produksi Wintor saat ini dilakukan oleh Velasto Indonesia dengan kandungan komponen lokal mencapai 86%. Sejak tahun 2013, sudah ada 1.177 Wintor yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia dan mulai diekspor ke Malaysia.
Pada akhir Juli 2017, Presiden Joko Widodo mengunjungi acara peresmian ekspor perdana Wintor di Divisi Engineering Development Center Astra Otoparts di Cikarang, Jawa Barat.
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (ketiga kiri), Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdhani Dzulkarnaen (kedua kanan), Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Henry C. Widjaja (kanan), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI I Gusti Putu Suryawirawan (ketiga kanan), Direktur PT Velasto Indonesia Reiza Treistanto (kedua kiri) dan penggagas Wintor sekaligus Head of Operation Division PT Velasto Indonesia (Grup Astra Otoparts) Muhamad Yasin. (kiri) Foto: Pool/Astra |
"Dengan berbagai kelebihan yang dimilki, Wintor siap untuk masuk di pasar internasional dengan membidik Malaysia sebagai negara dengan perkebunan kelapa sawit terluas kedua di dunia, setelah Indonesia. Malaysia diharapkan dapat menjadi pasar potensial ke depan untuk pemasaran Wintor," tulis Astra dalam siaran pers.
(ddn/ddn)












































Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (ketiga kiri), Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdhani Dzulkarnaen (kedua kanan), Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Henry C. Widjaja (kanan), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI I Gusti Putu Suryawirawan (ketiga kanan), Direktur PT Velasto Indonesia Reiza Treistanto (kedua kiri) dan penggagas Wintor sekaligus Head of Operation Division PT Velasto Indonesia (Grup Astra Otoparts) Muhamad Yasin. (kiri) Foto: Pool/Astra
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas