Toyota Belum Terpikirkan Bangun Fasilitas R&D di Indonesia

IIMS 2017

Toyota Belum Terpikirkan Bangun Fasilitas R&D di Indonesia

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Kamis, 04 Mei 2017 12:19 WIB
Toyota Belum Terpikirkan Bangun Fasilitas R&D di Indonesia
Ekspor mobil Toyota (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Meski sudah memiliki pabrik di Indonesia, masih banyak produsen kendaraan yang belum memiliki fasilitas riset dan pengembangan sendiri. Seperti Toyota. Namun Toyota tidak melihat hal ini sebagai suatu masalah.

"Target sekarang adalah membuat hubungan dulu. Jadi untuk R&D (Research & Development) memang belum ada studi," ujar Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto kepada wartawan, di arena Indonesia International Motor Show di JI Expo Kemayoran, Jakarta Utara.

Toyota lanjut Soerjo, panggilan akrabnya, bisa memanfaatkan saudaranya di Indonesia yakni Daihatsu yang sudah memiliki fasilitas riset dan pengembangan sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kami bisa kolaborasi sebenarnya dengan R&D yang sudah didirikan oleh Daihatsu. Jadi kemungkinan Toyota sama Daihatsu akan kolaborasi pengembangannya. Sama seperti kalau kita ingin kembangkan pelek dan lain-lain, kita bisa gunakan fasilitas supplier. Tapi pertanggungjawaban kualitasnya tetap dari tim kita, Toyota," ujarnya.

Lebih lanjut Soerjo mengatakan, sebelum membangun pusat riset dan pengembangan, Toyota ingin membangun pondasi hubungan ekspor yang baik terlebih dahulu. "Secara otomatis kita akan punya kemampuan lebih untuk melakukan itu. Nah kalau sudah sampai tahap itu, baru tahap keduanya kita akan bicara mengenai fasilitas R&D," ucapnya.

"Karena kalau jadi hubungan, dan ekspor lancar, akan ada kapital masuk, dan kebutuhan untuk tahu market luar negeri jadi lebih perlu lagi," pungkasnya.

Toyota Berani Coba

Sementara itu dalam kesempatan lain, Toyota menantang generasi milennial Indonesia untuk keluar dari zona kenyamanan dan meraih pekerjaan yang menjadi cita-citanya, melalui program bernama "Toyota Berani Coba".

Fenerasi milennial yang berusia 21β€”30 tahun dan telah bekerja minimal selama 1 tahun dapat mendaftar di tantangan ini. Setelah melalui proses seleksi, nantinya akan terpilih tiga orang pemenang dan berhak mendapatkan total hadiah lebih dari Rp250 juta.

Selama program, ketiga orang tersebut akan mendapatkan dukungan, bimbingan, maupun pelatihan dari para mentor yang ahli di bidangnya masing-masing. Sehingga mereka mendapatkan kesempatan mewujudkan cita-citanya dan bekerja sesuai dengan passion-nya.

Soerjo menyebutkan bahwa pada zaman modern saat ini, Toyota melihat bahwa generasi milennial menjadi satu figur yang paling berpengaruh. Sehingga, Toyota ingin mendorong mereka untuk menjadi inspirasi bagi orang lain dan go beyond bersama Toyota.

"Hal itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya ide Toyota Berani Coba yang menantang generasi milennial untuk keluar dari comfort zone dan mengejar sesuatu yang menjadi cita-cita dan passion mereka," ujar Soerjopranoto (khi/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads