"Kalaupun kami mengajukan suatu kebijakan baru khususnya untuk rem yang pakai ABS itupun juga harus melihat kesiapan dari industri, maksudnya karena ABS itu untuk setiap jenis sepeda motor kontrol unitnya berbeda," ujar Gunadi di arena IMOS, JCC Senayan, Jakarta.
Menurutnya tanpa adanya kebijakan tentang standar rem ABS, seluruh produsen motor tengah bergerak ke arah sana, agar pengendara motor bisa lebih aman dan nyaman saat berkendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia berharap dalam satu hingga dua tahun ke depan kebijakan standar rem ABS sudah bisa diterapkan di Indonesia paling tidak diterapkan di seluruh sepeda motor ber-cc besar sebagai awalan baru kemudian di motor-motor berkapasitas kecil.
"Pokoknya satu atau dua tahun ini harus ada realisasinya, kalau tidak dari atas atau yang 250 cc turun ke bawah yang volumenya cukup besar," tuturnya.
(dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu