Senada dengan Menperin Airlangga Hartarto, Ketua Umum AISI, Gunadi Sindhuwinata mengatakan, kemungkinan Indonesia akan memasarkan motor listrik pada 2018 nanti. Infrastrukturnya, motor listrik bisa dicas di rumah.
"Infrastruktur itu paling tidak penigisiannya dapat dilakukan di rumah itu tidak masalah," kata Gunadi di arena Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016 di JCC, Senayan, Rabu (2/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya bagaimana produk ini dapat diterima oleh pasar. Kita lihat beberapa merek punya model motor listrik bisa lebih menarik. Motor kita yang pakai bahan bakar fosil kan desainnya sudah atraktif. Tinggal bagaimana mengadopsinya. Kita mesti berinovasi di situ," ujar Gunadi.
Selain itu, masalah pada motor listrik adalah tak memiliki suara ketika berjalan. Itu mungkin bakal membahayakan pengguna jalan lain yang tidak menyadari keberadaan motor listrik di sekitarnya karena tidak ada suara.
"Kalau motor tanpa bunyi itu kan kita enggak sadar kalau ada motor itu di sekitar kita. Makanya secara standar perlu diciptakan bunyi di situ supaya tahu ada kendaraan. Yang semacam itu pun perlu kita persiapkan. Memang kami baru hadir di Penang, 2 minggu lalu dalamn rapat ASEAN, salah satu topik adalah kesiapan standar untuk motor listrik bila nanti dipasarkan," ujarnya.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM