Dilansir Motorcyclenews, Rabu, (5/10/2016), Product Marketing Manager Ducati SuperSport, Paolo Quattrino mengatakan bahwa Supersport ini bukanlah motor sport tourer ataupun sportbike entry level.
"Motor ini mempunyai keunikan di dalamnya. Sebuah motor sport serbaguna dari Ducati," ujarnya,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target pelanggan untuk SuperSport ini ialah untuk pelanggan yang menginginkan motor sport yang menyenangkan dan dapat digunakan untuk sehari-hari," tutur Quattrino.
Walaupun bagian mesin mirip dengan Ducati Hypermotard, perubahan sistem intake dan exhaust dibuat dengan daya yang lebih rendah. SuperSport ini juga membuat 80% dari torsi 96.6 Nm pada 3.000 rpm, sedangkan tenaga maksimalnya mencapai 116 daya kuda pada 9.000rpm.
Paket elektronik yang mendukung produk ini sama seperti yang ada pada Hypermotard. Motor dibekali dengan ABS, kontrol traksi, dan mode bahan bakar variabel. Wheelbase dibuat lebih panjang dibanding sportsbike, untuk menambahkan stabilitas yang lebih besar. Frame teralis dan swingarm satu sisi dibuat unik, begitu pula pada bagian rodanya.
Untuk posisi jok, SuperSport ini dibuat dengan posisi berkendara santai, dan ada pilihan penghangat grip plug and play. Tinggi kursi 810mm, namun juga dapat ditinggikan atau direndahkan 20 mm dengan aksesori tambahan. Sedangkan tangki terbuat dari baja berukuran 16 liter.
Bagian lampu mengadopsi dari model Panigale, yang dilengkapi dengan LED daytime running light, serta sentuhan desain yang rapi membuat tampilan yang unik.
Untuk harga yang ditawarkan berkisar Β£ 10.995 (Rp 181 jutaan) untuk model dasar. Sedangkan untuk model S dengan spesifikasi yang lebih tinggi ditawarkan Β£ 12.295 (Rp 203 jutaan) untuk warna merah, dan untuk pilihan warna putih dikenakan biaya tambahan Β£ 200 (Rp 3,3 jutaan).
Ducati menargetkan dapat menjual 60 persen model standar, dan 40 persen model S. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu