Jumat, 19 Agu 2016 13:45 WIB

Laporan dari GIIAS 2016

Trik Agar Vulkanisir Ban Tidak Menjadi Tragedi

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Tangerang - Truk atau bus yang bannya divulkanisir sering mengalami kecelakaan. Bagaimana sebenarnya cara vulkanisir yang baik?

Vulkanisir atau retread pada intinya adalah menambahkan telapak ban yang baru pada ban yang sudah gundul. Vulkanisir sangat disarankan untuk kendaraan komersial seperti truk atau bus untuk menghemat pengeluaran pemilik kendaraan.

Seperti diketahui harga ban truk atau bus bisa 4 kali lebih mahal dari pada ban mobil biasa. Namun untuk ban mobil, vulkanisir tidak direkomendasikan karena alasan keamanan.

Menurut Section Manager Training dan Consumer Product Planning PT Bridgestone Tyre Indonesia Herry Maylanda pihaknya bisa melakukan vulkanisir asal beberapa syarat tercapai.

Yang pertama dan paling penting adalah kondisi casing ban yang harus bagus. "Persepsi orang banyak salah, dari dana 100 persen beli ban, sekitar 80 persen itu untuk biaya produksi dari casingnya, sementara telapaknya 20-30 persen. Artinya kebanyakan untuk casingnya. Selama casingnya bisa dipakai dan benar-benar baik kondisinya, ban bisa divulkanisir," ujarnya kepada detikOto di booth Bridgestone di GIIAS, ICE, BSD City, Tangerang.

Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.



Teknik vulkanisir di luar negeri juga sudah direkomendasikan. "Banyak pesawat terbang, bannya bisa 6 kali retread. Untuk ban dan bus maksimal 4 kali retread. Yang kita kembangkan memang rekomendasinya untuk truk dan bus yang off the road, " ujarnya.

Yang perlu diingat pula, ban direkomendasikan untuk vulkanisir hanya khusus ban belakang saja. Ban depan atau ban setir disarankan jangan divulkanisir demi alasan keamanan.

"Tapi itu tergantung dari regulasi negara masing-masing ya. Ada negara yang misalnya untuk bis anak sekolah tidak boleh ban di setir tapi untuk ban belakang," ujarnya.

Agar ban bisa divulkanisir, dia menyarankan beberapa tips untuk menjaga kondisi casing ban tetap baik. Yang pertama menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi, kedua cara driver mengemudi jangan ugal-ugalan dan tetap menjaga kecepatan tidak over speed, yang ketiga, sebelum ban menipis dengan melihat tread wear, langsung ganti telapak ban.

"Rekomendasinya, sebelum 3 milimeter (keausannya) baru dilepas untuk divulkanisir, jangan gundul banget bannya, karena kalau gundul akan merusak struktur dalam casing," ujarnya.

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com